Jumat, Juli 30, 2021
BerandaPolres Pelabuhan Tanjung Priok Ringkus Penjual Air Gun Ilegal
Array

Polres Pelabuhan Tanjung Priok Ringkus Penjual Air Gun Ilegal

Jakarta, faktapers.id – Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Pelabuhan Tanjung Priok berhasil menangkap penjual senjata jenis Air Gun dan Airsoft Gun secara ilegal. Polisi berhasil mengamankan 3 orang tersangka berinisial DK (21), ULM (33), dan FA (30).

Dari ketiga tersangka, polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa 20 unit Airsoft Gun, 1 unit Air Gun beserta 66 pak peluru gotri dan 28 pak tabung gas.

“Kami menemukan adanya jual beli airsoft gun secara ilegal, sesuai Undang-Undang Darurat RI No 12 Tahun 1951. Ketiga tersangka sedang kami lakukan penyelidikan lebih lanjut,” ujar Wakapolres Pelabuhan Tanjung Priok, Kompol Kurniawan Hartono, Senin (21/01/2019) kepada para awak media di Mako Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Tanjung Priok, Jakarta Utara (Jakut).

Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok, AKP Faruk Rozi mengatakan, pengungkapan dilakukan oleh Tim Patroli Cyber Sat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok terhadap akun-akun yang ada di media sosial (Medsos) seperti Facebook dan Instagram.

“Dari patroli, kami temukan salah satu akun yang menjual senjata jenis Air Gun dan Airsoft Gun secara umum tanpa persyaratan, karena tidak ada klasifikasi umur, tidak ada klasifikasi kemampuan,” ujar Faruk.

Setelah itu, lanjut Faruk, pihaknya melakukan pemesanan melalui akun tersebut, hingga Air Gun dan Airsoft Gun dikirim ke alamat yang dituju di wilayah penanganan hukum Kejari Jakut. Setelah ditelusuri, ternyata ada kecocokan antara alamat pengirim dan lokasi rekening pembayaran.

“Dari kecocokan itu, kami segera melakukan penangkapan dan penggeledahan. Dari lokasi tersangka, kami menemukan lagi unit Air Gun dan Airsoft Gun lainnya beserta aksesoris-aksesoris lainnya,” tambahnya.

Faruk mengungkapkan, ketiga tersangka ditangkap dari 2 TKP berbeda. 2 orang tersangka diamankan berdasarkan hasil dari penelusuran jasa pengiriman dan nomor rekening tujuan, sedangkan 1 tersangka lagi diamankan saat yang bersangkutan mengirim atau sebagai kurir.

“Dari hasil pemeriksaan, tersangka DK sebagai member di salah satu klub menembak (shooting club). Shooting club-nya kita mintai keterangan dan jawabannya sudah melarang yang bersangkutan,” tuturnya.

Faruk menyampaikan, para tersangka sudah memperjualbelikan Air Gun dan Airsoft Gun sejak tahun 2016. Tersangka mendapatkannya dari toko online juga yang saat ini sedang didalami penyelidikannya.

Harga Air Gun 3 juta/unit dan Airsoft Gun 5,5 juta/unit. Sekitar 43 unit yang sudah dijual oleh ketiga tersangka. Kami akan memanggil orang-orang yang sudah membeli dari para tersangka untuk dimintai pertanggungjawabannya.

“Apakah digunakan untuk kepentingan olahraga atau kepentingan lain atau mungkin digunakan sebagai alat untuk melakukan tindak kejahatan, saat ini masih dalam tahap penyelidikan,” ujar Faruk.

Menurut Faruk, sesuai dengan ketentuannya, peredaran Air Gun dan Airsoft Gun diatur oleh Peraturan Kapolri (Perkap) tahun 2012. Untuk mendapatkannya, ada mekanisme dan ketentuan yang diatur di dalam Perkap.

“Jadi tidak sembarang orang bisa memperjualbelikannya. Air Gun dan Airsoft gun hanya bisa dipergunakan untuk kepentingan olahraga di dalam lingkungan Perbakin dan shooting club. Unit senjata tidak bisa sembarang dibawa, setelah digunakan olahraga dan pelatihan unit harus dititipkan di perbakin atau di shooting club binaan perbakin,” pungkasnya.

Atas perbuatannya ketiga tersangka dikenakan UU Darurat RI tahun 1951 pasal 1 ayat 1 dengan ancaman hukuman penjara maksimal 20 tahun penjara. kls

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments