oleh

Siloam Hospital Merupakan RS Modern dan Strategis

Jakarta, faktapers.id – Siloam Hospital Kebon Jeruk merupakan Rumah Sakit yang terletak secara strategis di Jakarta Barat, disamping jalan tol Jakarta-Merak. Selain itu juga sebagai Rumah Sakit modern, dengan berbagai macam pelayanan klinis yang komprehensif dan memiliki beberapa pusat unggulan seperti ortopedi, jantung, Unit Gawat Darurat (UGD), pencernaan, urologi, anak, dan saraf.

Siloam Hospital kebon Jeruk juga meraih “Grand  Winner Asian Patient Safety Award” untuk kategori Innovation in Safety Communication di India pada 5 September 2014 dan telah terakreditasi Joint Comminission Akreditasi Rumah Sakit (KARS) dengan predikat PARIPURNA pada tanggal 18 Juli 2017. 

Di rumah sakit Siloam ini terdapat penanganan terkait dengan Ortopedi. Ortopedi adalah cabang ilmu kedokteran yang mempelajari studi, diagnosis, dan pengobatan berbagai gangguan muskuloskeletal (otot dan tulang).  Sistem ini meliputi segala sesuatu yang berkaitan dengan alat gerak manusia dari leher sampai ujung jari-jari kaki.

Kompleksnya sistem otot dan tulang membuat dr. Henry Suhendra, Sp.OT dan Siloam Hospitals Kebon Jeruk berinisiatif untuk mengembangkan suatu klinik komprehensif dengan fokus khususnya yaitu Sport, Shoulder & Spine Clinic.

“Kami sungguh berharap dengan hadirnya klinik khusus yang didukung oleh dokter-dokter spesialis dan subspesialis yang berpengalaman di bidangnya dapat membantu pasien kembali melakukan aktivitas yang biasa mereka jalani,” ungkap dr. Hendry Suhendra, Sp.OT selaku ketua dari Sports, Shoulder & Spine Clinic, di rumah sakit Siloam, Kebon Jeruk. Jakarta Barat, Senin (21/01/19).

Sementara, untuk tim dokter sport, shoulder & Spine Clinic siloam kebon jeruk yakni dr. Henry Suhendra, Sp.Ot selaku ketua, dr. Phedy, Sp.OT-K bagian spine, dr.Erick Wonggokusuma, Sp.OT bagian shoulder, dr. Langga Sintong, Sp.OT bagian root and ankle, dr. Liauw Roger Leo, Sp.OT bagian shoulder, dr. Carles Siagian, Sp.OT bagian spine.

Seiring dengan perkembangan teknologi dan ilmu kedokteran, prosedur minimal invasive atau dikenal dengan teknik bedah laparoskopik sudah diterapkan dalam menangani kasus-kasus tertentu.

“Dengan menggunakan teknik minimal invasif, luka bekas operasi relative kecil yaitu 0,5 cm dengan pendarahan yang minimal yaitu kurang dari 50 cc. Waktu yang diperlukan untuk prosedur bedah yang terhitung kompleks ini cukup singkat yaitu sekitar 45 – 90 menit, serta pada kasus tertentu pasien dapat pulang kerumah dalam waktu beberapa jam setelah operasi,” jelas dr. Erick Wonggokusuma, Sp, OT.

Disamping itu, RS Siloam juga menerima pasien yang menggunakan BPJS. Hal ini dapat membantu pasien yang terkendala oleh biaya. inda

Komentar

News Feed