Rabu, Juni 23, 2021
BerandaTeknologi IB, Kampung Rejo Basuki Pilot Project Populasi Sapi
Array

Teknologi IB, Kampung Rejo Basuki Pilot Project Populasi Sapi

Kutai Barat, faktapers.id – Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), menjadikan Kampung Rejo Basuki, Kecamatan Barong Tongkok, sebagai Pilot Project (Proyek Percontohan) pengembangan populasi sapi melalui program Inseminasi Buatan (IB) atau Kawin Suntik untuk peternakan sapi bagi masyarakat petani.

“Program IB khusus ternak sapi telah dimulai sejak 2015 di Kubar oleh Distan Kubar. Kecamatan yang menjadi konsentrasi yaitu Barong Tongkok, Melak, Sekolaq Darat, Tering, Long Iram, dan Damai.


Untuk pengembangan utama sebagai pilot project adalah Kampung Rejo Basuki,” jelas Kepala Bidang Peternakan dan kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kubar, Sapriansyah kepada Harian Fakta dan faktapers.id, usai memberikan sambutan mewakili Kadis Pertanian Kubar pada Pameran Ternak Sapi di Kampung Rejo Basuki, Sabtu (5/1).

Pada pameran ternak sapi yang bertajuk ‘Dengan IB Pada Sapi Kita Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Kutai Barat’ itu, Sapriansyah menuturkan bahwa populasi ternak sapi di Kubar sejak 19 tahun mekar dari kabupaten induknya Kutai pada 1999 silam, memang belum memadai.

Padahal setiap tahun tidak kurang dari 1.110 ekor keperluan pemotongan sapi di Kubar. Untuk memaksimalkan populasi ternak sapi akan kebutuhan lokal tersebut, Pemkab Kubar melalui Distan melakukan strategi untuk mengimbanginya dengan teknologi buatan IB atau kawin suntik ternak sapi betina.

“Teknologi IB sudah dimulai sejak 2015 hingga saat ini. Ternyata berhasil membuat populasi sapi cepat dan banyak. Utamanya di Kampung Rejo Basuki yang menjadi percontohan peternakan sapi dengan teknologi IB tersebut. Untuk 2019 ini Distan akan memaksimalkan program IB sapi itu,” ungkapnya.

Dia juga menuturkan, kendala Distan dalam menerapkan teknologi IB untuk meningkatkan populasi ternak sapi bagi petani pada 16 kecamatan se-Kubar saat ini adalah terbatasnya sumber daya manusia bidang teknik peternakan di Kubar.


“Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) di Distan Kubar merata berdisiplin ilmu tanaman pangan. Sehingga terbatas skill tentang kehewanan. Distan Kubar akan berkoordinasi dengan Pemkab Kubar, agar kedepan dapat menambah SDM bidang kehewanan dalam mendukung kuat teknologi IB peternakan sapi,” urainya.

Sapriansyah menjelaskan, tujuan inseminasi buatan paling utama adalah untuk memperbaiki mutu genetika ternak. Yaitu tidak mengharuskan pejantan unggul untuk dibawa ke tempat yang dibutuhkan sehingga mengurangi biaya.Sehingga mampu meningkatkan angka kelahiran dengan cepat dan teratur serta mencegah penularan atau penyebaran penyakit kelamin pada ternak.

“Keuntungan IB untuk menghemat biaya pemeliharaan ternak jantan, dapat mengatur jarak kelahiran ternak dengan baik, mencegah terjadinya kawin sedarah pada sapi betina (inbreeding), dengan peralatan dan teknologi yang baik sperma dapat simpan dalam jangka waktu yang lama, serta semen (sprema) beku masih dapat dipakai untuk beberapa tahun kemudian walaupun pejantan sapi telah mati,” tandasnya. iyd

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments