Kamis, Juni 24, 2021
BerandaAksi Teror di Jateng Sengaja Dilakukan Untuk “ Mengganggu” Pemerintah
Array

Aksi Teror di Jateng Sengaja Dilakukan Untuk “ Mengganggu” Pemerintah

Jawa Tengah, faktapers.id – Pemerintah bersama Polri dan TNI belum juga mampu menangkap pelaku teror meresahkan tersebut. Sepertinya dalang di balik aksi teror berantai pembakaran kendaraan di Jawa Tengah, hingga masih “gelap”.

Atas aksi itu Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengindikasikan aksi teror di wilayahnya selama dua bulan terakhir, tidak hanya untuk menciptakan ketakutan. Akan tetapi ia menduga tujuan utama dari aksi itu adalah untuk mendiskreditkan atau menggembosi aparat penegak hukum dan pemerintah di mata masyarakat.

“Saya menduga ada aktor profesional di balik aksi teror ini. Tidak hanya memberi rasa takut di tengah masyarakat, namun juga memberikan image bahwa pemerintah tidak bisa menangani,” ucap Ganjar dalam acara dialog Mas Ganjar Menyapa di Rumah Dinas Puri Gedeh Kota Semarang, Selasa (12/2/2019).

Analisa Ganjar sulitnya membongkar aksi teror tersebut ditengarai dalang teror dilakukan oleh orang profesional dan terlatih. Ada oknum atau pihak tertentu memang yang sengaja ingin menjelekkan atau melemahkan wibawa pemerintahan saat ini.

“Mereka ingin menciptakan rasa takut kepada masyarakat kecil yang dianggap akan langsung menyalahkan pemerintah,” terangnya.

Diutarakan Ganjar, analisisnya itu bisa dibaca dari pola pemetaan aksi para pelaku yang mayoritas menyasar masyarakat kalangan menengah ke bawah. Karena menurut dia, sasaran masyarakat menengah ke bawah di anggap mudah untuk dipengaruhi.

Ganjar mencontohkan selama ini yang dibakar kebanyakan kendaraan milik masyarakat menengah ke bawah, di daerah pinggiran dan juga bukan kendaraan mewah.

Meski begitu, ia meyakini tujuan tersebut tidak berhasil. Bahkan Ia mengklaim masyarakat Jawa Tengah masih adem-adem dan justru tidak takut dengan adanya aksi teror-teror itu. Di mana aktivitas ekonomi serta bidang-bidang lain berjalan aman dan kondusif.

Kini pemerintah bersama Polri dan TNI masih berusaha keras menangkap pelaku aksi teror. Antisipasi aksi serupa pun dilakukan dengan patroli rutin di daerah. Masyarakat juga diminta mempertebal pengamanan dengan Siskamling, memasang CCTV dan portal-portal di kampung.

Diketahui berdasarkan catatan polisi, jumlah kasus ‘hantu’ teror setidaknya terjadi di empat daerah, yakni kota Semarang, Kendal, Kabupaten Semarang dan Kabupaten Grobogan.

Di Kota Semarang terjadi 17 kasus pembakaran kendaraan, di Kendal ada 8 kasus dan di Kabupaten Semarang ada satu kasus. Terbaru di Grobogan juga satu kasus.fp01

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments