Jumat, Juni 18, 2021
BerandaKerusakan Parah Jalan Trans Kalimantan, Perlu Pengawasan Ketat Oleh Pemerintah ?
Array

Kerusakan Parah Jalan Trans Kalimantan, Perlu Pengawasan Ketat Oleh Pemerintah ?

Sendawar, faktapers.id – Kondisi kerusakan akses Trans Kalimantan dari Kutai Barat (Kubar) ke Ibukota Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Samarinda, saat ini ratusan titik rusak parah dan berlubang dalam.

Keberlangsungan kekuatan menahan beban berat jalan trans Kalimantan, tidak bertahan lama. Masyarakat sepanjang akses itu menyebut, perlu pengawasan dan pemeliharaan penuh dan secara ketat oleh pemerintah.

Kepada Harian Fakta Pers dan faktapers.id, sejumlah warga menunjukkan buktinya, jalan aspal yang baru diperbaiki beberapa tahun lalu, kini sudah rusak lagi. Memang saat ini Pemerintah Provinsi Kaltim tengah memperbaiki ruas jalan sepanjang 350 kilometer itu.

“Sangat disayangkan, perbaikan terus dilakukan. Namun kondisi kerusakan badan jalan tetap terjadi. Badan jalan dari Kecamatan Muara Lawa, Siluq Ngurai, Jempang dan Bongan, mengalami kerusakan parah,” kata Bambang (58), warga Kecamatan Bongan, Senin (4/2/2019) di Sendawar.

Dia berpanjang lebar menuturkan kondisi kerusakan parah akses Trans Kalimantan dari Kubar-Samarinda, tak pernah selesai perbaikannya sejak 10 tahun terakhir. Sejak masa pemerintahan Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak selama dua periode, pengaspalan dan pembetonan (semenisasi) akses itu terus dilakukan.

“Misalnya, 10 kilometer dilakukan pengaspalan, tetapi bagian ujung di kawasan Kukar mengalami kerusakan parah. Begitu pula sebaliknya, sehingga kini kerusakan parah akses itu masih terjadi,” bebernya.

Senada diungkapkan Suwandi (49) warga Kampung Jambuk Makmur, mengungkapkan bahwa beberapa hari lalu terjadi antrean kendaraan memanjang di akses Trans Kalimantan. Hal itu disebabkan kawasan titik kerusakan terparah ruas jalan tersebut nyaris tak bisa dilintasi kendaraan, berlumpur, licin akibat curah hujan tinggi.

“Sekarang memang terparah kerusakan badan jalan Trans Kalimantan dari Kecamatan Muara Lawa hingga ke Kampung Resak, Kecamatan Bongan. Yah, mau gimana lagi pak, menunggu keajaiban aja,” tuturnya diujung telepon selulernya kepada harian ini, bernada kesal.

Hingga berita ini diturunkan, puluhan warga di beberapa kecamatan yang dilintasi kerusakan parah akses Trans Kalimantan, berharap agar pemerintah serius mengawasi truk yang melintas di akses itu.

“Jalan Trans Kaltim dengan tipe kelas IIIC, tak mampu menampung beban berat. Truk angkutan buah kelapa sawit dan juga minyak crude Palm Oil (CPO) sejak beberapa tahun terakhir, bebas melintas dengan muatan mencapai 25 ton per truk tangki,” ucap Gersoni (38), warga Siluq Ngurai.

“Jika pemerintah serius ingin mengawasi, maka salah satu cara membangun jembatan timbang. Pemeliharaan harus cepat dan rutin. Jika ada jalan yang rusak segera diperbaiki. Jangan tunggu kecelakaan baru diperbaiki. Di samping itu jika dibiarkan badan jalan yang rusak kecil akan terus membesar,” tandas Gersoni.

Sebelumnya, Bupati Kubar FX Yapan SH setuju dengan usulan sejumlah pihak jika dibangun jembatan timbang di akses itu. Bupati menyebut, soal pembangunan jembatan timbang sudah patut diperhatikan.

“Pemkab Kubar mendukung terealisasi pembangunan jembatan timbang. Pemerintah sudah mengalokasikan tanah sekitar dua hektare untuk keperluan itu,” ujarnya. iyd

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments