Kamis, Juni 24, 2021
BerandaPimpinan DPR Sebut UU ITE Jadi Senjata Penguasa
Array

Pimpinan DPR Sebut UU ITE Jadi Senjata Penguasa

Jakarta, faktapers.id – Kini Undang-Undang Informasi dan Transaksi Eelektronik (UU ITE), berpotensi dijadikan senjata oleh penguasa untuk membungkam para oposan.

Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah yang mengegaskan hal tersebut. “Yang mencemaskan adalah negara menjadi juru tafsir atas wilayah privat, dengan merampas kebebasan berpendapat atas nama penegakan hukum,” ujarnya di Jakarta, Rabu (6/2).

Apalagi, legislator politisi dari PKS itu, UU ITE kini ramai diperbincangkan lantaran para korbannya merupakan tokoh-tokoh publik.

“Di sini, kita wajib merasa khawatir, karena negara direpresentasikan oleh pemerintah yang berpihak atau partisan. Ia bergerak melalui yudikatif yang tidak sepenuhnya mandiri,” sambungnya.

Kenapa ini terjadi? Menurut Fahri, karena negara tidak siap berdialog secara demokratis dan dewasa. Bahkan, Negara mempersonalisasi kritik, meski tidak secara langsung.

“Tapi ia (penguasa), menunggu tokoh-tokoh oposan salah ucap. Padahal, negara-negara demokrasi tidak memasukan pencemaran nama baik sebagai bagian dari hukum pidana,” sebut dia.

Ia pun menyesalkan sikap aparat penegak hukum yang ‘dipaksa’ dalam pertarungan politik jelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. Padahal itu dapat berdampak pada kerugian instansi penegak hukum, seperti kepolisian hingga pengadilan menjadi babak belur.

“Ini yang saya sedihkan, aparat penegak hukum kita dipaksa ada dalam pusaran perkelahian politik yang tentunya merugikan institusi penegak hukum. Akibatnya, mereka jadi berantakan,” sambungnya.

Meski sedang menjelang Pemilu 2019, namun menurut Fahri, Presiden Jokowi harus punya keberanian mengambil politik hukum dan tidak bisa nunggu DPR, karena DPR-nya lama dan ini lagi dalam transisi. oss

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments