Senin, Juni 21, 2021
BerandaPimpinan DPR: "Wisata Halal" Identik dengan "Green lifestyle"
Array

Pimpinan DPR: “Wisata Halal” Identik dengan “Green lifestyle”

Jakarta, faktapers.id – Pemrov Bali menolak usulan “Wisata Halal” dari Calon Wakil Presiden No.02, Sandiaga Uno. Menanggapi hal ini, Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah menegaskan, kalimat “Halal” bukan diidentikan sebagai istilah agama, namun diperuntukkan agar wisata di Pulau Dewata tersebut sehat dan bersih.

“Itu tanda bahwa pak Sandi tidak punya trauma agama. Beliau hanya ingin naikkan pasar wisata Bali, dan demi rakyat setempat. Wisata halal itu digemari diseluruh dunia, bukan karena ‘halal’ istilah agama, tapi karena identik dengan bersih dan sehat yang dalam artian green lifestyle,” ujar Fahri saat dihubungi wartawan, Rabu (27/2).

Menurutnya, kini “halal” telah menjadi gaya hidup. “Di Eropa, halal pada semua hal semakin digemari sebab itu ijazah bagi kualitas yang tinggi. Halal identik dengan bersih, sehat, hijau, peduli lingkungan, hemat energi, bergizi, dan lain-lain. Bahkan penikmat daging halal semakin tinggi di sana. Konotasi yang baik,” ujar legislator PKS itu.

Fahri pun menyebutkan, para pencinta hewan di negara-negara barat semakin mengemari dan merekomendasikan daging halal karena proses penyembelihannya yang dianggap paling “sedikit unsur/rasa sakit pada hewan”.

“Itulah pelaksanaan Sunnah dalam penyembelihan hewan. Di Amerika, orang-orang Yahudi yang mengkonsumsi daging dengan prinsip kosher pergi ke toko halal, di Jepang saya pernah berkunjung ke industri halal Jepang yang semakin maju,” urai pimpinan DPR Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Korkesra) itu lagi.

Lebih lanjut Fahri menngungkapkan, Indonesia tidak saja tujuan wisata halal, juga konsumen wisata halal. “Apa salahnya Indonesia menjadi tujuan wisata halal seperti London menjadi tempat dan pusat bisnis keuangan syariah. Apa yang salah dengan konsumen Halal Life Style yang ingin pergi ke Bali, lalu memakan makanan halal? Kenapa mereka tidak dilihat sebagai pasar?” Cetusnya.

Apalagi, sambung wakil rakyat dari daerah pemilihan Nusa Tenggara Barat (NTB) itu, halal Life Style di dunia adalah peluang. “Islamophobia di negeri ini telah membuat bangsa ini terhimpit di sudut yang salah. Malu menjadi negara muslim dan tanggung ingin sok moderen, ingin maju dengan meninggalkan identitas, sehingga lupa diri dan lupa identitas yang pada akhirnya menjadi pecundang dan jadi embel-embel negara lain,” tandasnya.

“Dan yang trauma dengan kata ‘halal’ di negara ini adalah pengidap Islamophobia sejati. Mereka tidak paham Islam, tidak paham NKRI, mereka sejatinya adalah kelompok sakit hati dengan Ketuhanan Yang Maha Esa. Mereka ini punya masalah dengan NKRI. Halal itu bersih dan sehat,” papar Fahri lagi. Ungkap dia lagi, mereka yang anti NKRI dan Pancasila ini, tidak suka dengan kata Halal, Syariah, Jamaah, Jihad, Ummat, dan lain-lain.

“Mereka punya penyakit Islamophobia dalam hati, itu tersimpan rapi. Mereka tidak mau Indonesia besar dan maju dengan kenyataan adanya Islam sebagai komponen besar di sini,” pungkas Fahri. Lanjut dia, bangsa Indonesia sudah lama dihinggapi oleh kelompok yang tidak bisa mencerna Sila Ketuhanan Yang Maha Esa dan Pancasila sebagai falsafah negara.

“Kelompok politik atau calon presiden yang memelihara Islamophobia dalam dirinya akan terungkap, karena rakyat sudah tidak mau ditipu dengan kosmetika. Mengutip istilah Rocky Gerung, Islamphobia itu sok modern padahal dungu dan inferior akibat penjajahan yang lama. Lihat saja nasib mereka, ini akhir dari dusta mereka,” seru Fahri.

Sebelumnya, usulan mengembangkan wisata halal itu disampaikan Sandiaga Uno saat kampanye di Bali. Ia berpendapat, ceruk pasar wisata halal sangat menggiurkan. “Prabowo-Sandi fokus untuk memberdayakan UMKM, meningkatkan kewirausahaan. Di Bali, pariwisata kita harapkan akan lebih baik dan multiplayer-nya banyak sekali kepada UMKM. Salah satunya juga pariwisata halal, banyak potensinya, dan sekarang banyak diambil oleh Bangkok, Thailand,” kata Sandiaga di sebuah hotel berbintang di Bilangan Denpasar, Bali, Minggu (24/2) lalu. oss

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments