Minggu, Juni 20, 2021
BerandaPKT Bakal jadi Program Unggulan Pemprov DKI Jakarta
Array

PKT Bakal jadi Program Unggulan Pemprov DKI Jakarta

Jakarta, faktapers.id – Program Kewirausahaan Terpadu (PKT) merupakan salah satu program Gubernur DKI Jakarta yang dikelola oleh Dinas Koperasi, UKM serta Perdagangan Provinsi DKI Jakarta.

Program ini dibuat dengan tujuan untuk mengurangi jumlah pengangguran serta meningkatkan ekonomi warga Jakarta ”naik kelas”.

Selain itu, berjalannya program ini juga berdasarkan Peraturan Gubernur Nomor 102 tahun 2018 tentang Pengembangan Kewirausahaan Terpadu.

Ada 7 tahapan dalam program ini. Diantaranya, Pendaftaran, Pelatihan, Pendampingan, Perizinan, Pemasaran, Pelaporan Keuangan, Permodalan.

Tahapan ini sering disebutkan juga 7 Pasti Sukses (Pas). Bagi para pelaku wirausaha yang ingin mengikuti program ini bisa kunjungi sekretariat PKT di masing-masing Kecamatan yang terdekat. Jangan lupa bawa fotokopi KTP DKI Jakarta dan fotokopi KK sebagai syarat pendaftaran program PKT.

Puluhan Ribu Warga Jakarta Daftar PKT

Kepala Suku Dinas (Kasudin) Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah dan Perdagangan (KUMKMP) Kota Jakarta Barat, Nur’aini Silviana, menerangkan sebanyak 17.722 warga Jakarta Barat, saat ini, mendaftar secara manual dan online program Pengembangan Kewirausahaan Terpadu (PKT).

Dari 17.222 warga itu, sebanyak 11.473 warga dari delapan kecamatan di Jakarta Barat, telah mengikuti pelatihan PKT itu, di tahun 2018 ini.

“Jadi, sebanyak 11.473 dari total 17.722 warga yang daftar secara manual- online untuk dapat mengikuti tahapan pelatihan program PKT. Di program ini, kami sebenarnya menarget 1.000 warga per-kecamatannya. Namun, ini terbilang diluar dugaan karena melebihi target,” jelasnya.

Wanita yang akrab disapa Sylvi ini menuturkan, dari belasan ribu warga kini sebanyak 1.137 anggota telah berlanjut ikuti di tahapan pendampingan.

Sementara itu, ada sebanyak 904 anggota difasilitasi untuk dapat mengurus Izin Usaha Mikro Kecil (IUMK).

“Kemudian, sebanyak 1.242 anggota kini telag diikutsertakan di dalam kegiatan bazar, digelar di tingkat kecamatan dan kotamadya. Lalu ada 565 anggota, kini tengah mengikuti pelaporan keuangan dan 12 anggota telah difasilitasikan untuk ajukan permodalan, melalui perbankan,” ungkapnya.

Dipaparkan Sylvi, rata-rata atau 50 persen dari 11.473 anggota pelatihan tersebut merupakan wirausahawan pemula. Saat ini, pihaknya pun tengah melatih mereka.

“Mereka didampingi ketika memasuki tahapan pelatihan, khususnya untuk wirausaha pemula. Kami jug menfasilitasi mereka, agar mengurus IUMK sebagai dasar mengajukan permodalan ke perbankan tersebut,” ujarnya.uaa

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments