Minggu, Juni 20, 2021
BerandaRelasi KPU Kubar Gencar Sosialisasi Pendidikan Pemilu Serentak 2019
Array

Relasi KPU Kubar Gencar Sosialisasi Pendidikan Pemilu Serentak 2019

Kubar, faktapers.id – Relawan Demokrasi (Relasi) pemilu Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Provinsi Kalimantan Timur, terus bersinergi dengan segenap elemen, guna meningkatkan partisipasi masyarakat se-Kubar pada Pemilu Serentak 17 April 2019.

Sebanyak 54 orang Relasi yang terdiri 11 basis itu, merupakan mitra Komisi Pemilihan Umum Kubar, sejak dilantik dan ditetapkan pekan lalu, gencar turun kebasis masing-masing, mensosialisasikan pendidikan pemilu, baik dibasis petani, buruh dan nelayan, keagamaan, basis marginal, berkebutuhan khusus, pemilih pemuda dan pemula, warganet dan lainnya.

Relasi petani, buruh dan nelayan yang beranggota 5 orang, yakni Neliana Theresia Tukau, Samson Yubastianus Taas, Abidin, Noverius Abraham dan Ike Bulan, Kamis (14/2/19) telah turun langsung menemui para buruh pembuat batu bata merah di Kampung Sendawar, juga buruh angkutan barang di dermaga Pelabuhan Melak.

“Hasil sosialisasi, ternyata para buruh mengaku belum mendapat informasi mengenai kegiatan Pemilu Serentak yang akan dilaksanakan pada Rabu 17 April mendatang,” ungkap Neliana Theresia Tukau kepada sejumlah wartawan di Sendawar, Jumat (15/2/19).

Menurutnya, sebagian besar masyarakat di basis petani, buruh dan nelayan, mengaku tidak tahu nama para calon anggota legislatif DPRD Kaltim, DPD RI, DPR RI, serta DPRD kabupaten Kubar. Yang meraka tahu hanya nama-nama calon Presiden dan calon Wakil Presiden.

“Kami berikan pemahaman melalui sosialisasi dan pendidikan pemilu. Diawali dengan motivasi meningkatkan partisipasi pemilih pada Pemilu Serentak 2019 ini, memberikan pengertian cara membedakan surat suara yang berjumlah lima kertas, mengecek nama pada daftar pemilih tetap (DPT) di Panitia Pemungutan Suara (PPS) atau mengecek DPT secara online,” tutur Neli.

Dia menjelaskan, dalam kesempatan itu Relasi KPU Kubar juga mengimbau agar masyarakat mengerti dan sadar, bahwa dalam pemilu rentan kejahatan money politic atau politik uang yang akan membuat masa depan daerah dan bangsa Indonesia hancur. “Kami ingatkan masyarakat, politik uang dalam pemilu merusak masa depan bangsa,” tandasnya.

Sementara itu, Relasi Pemilu KPU Kubar dari basis pemula mengungkapkan bahwa pihaknya terus gencar ditengah masyarakat. Hal itu guna meminimalisir angka golongan putih (Golput) pada pemilu 17 April mendatang. Yakni dengan upaya menyasar semua basis pemilih pemula diberbagai tempat dan sekolah.

“Kami mengedukasi pemilih pemula agar menjadi pemilih cerdas dan bijak. Termasuk mensosialisasikan agenda pemilu serentak 2019,” tutur Ketua Basis Pemula, Claudya.

Tak beda, Relasi Pemilu Basis Keagamaan mengatakan, masih banyak masyarakat dibasis itu yang belum tahu kapan waktu pelaksanaan pencoblosan pemilu serentak 2019. Bahkan warga pada basis itu tidak tahu ada berapa macam kartu.

Setelah diberikan penjelasan, akhirnya warga paham dan siap menyukseskan pemilu tahun ini.
Begitu pula yang dilakukan oleh Relawan Demokrasi Pemilu Basis Keagamaan. Mensosialisasikan kerumah ibadah dan juga para ibu pengajian di Kampung Tutung, Kecamatan Linggang Bigung, dan Muara Lawa.

“Kami mengimbau dan mengajak para tokoh agama agar tidak golput. Juga menolak politik uang dan menolak kampanye hitam. Kami edukasi pengetahuan mengenai jumlah partai politik dan warna surat suara yang akan dipilih pada pemilu serentak 17 April mendatang,” beber Rubenson, didampingi Naomi Elkanovita. iyd

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments