Senin, Juni 21, 2021
BerandaTiga Bulan Terakhir Angka DBD Di Mahulu Meningkat
Array

Tiga Bulan Terakhir Angka DBD Di Mahulu Meningkat

Diskes Surati Puskesmas se-Mahulu Untuk Galakkan 3M

Mahulu, faktapers.id – Dinas Kesehatan,  Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Diskes dan PPKB) Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), mengakui bahwa dalam tiga bulan terakhir, angka penderita penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah itu mengalami peningkatan signifikan.

Kepala Diskes dan PPKB Kabupaten Mahulu, drg Agustinus Teguh Santoso mengungkapkan bahwa saat ini sejumlah upaya telah di lakukan pihaknya guna penanggulangan penyakit yang menular di sebabkan oleh virus dengue yang dibawa oleh nyamuk tersebut.

Memang ada peningkatan kasus demam berdarah dalam tiga bulan terakhir di 5 kecamatan se-Mahulu,” terangnya kepada Harian Fakta dan faktapers.id, Senin (4/2/2019).

Agustinus Teguh Santoso menjelaskan, diantara upaya yang dilakukan Diskes dan PPKB Mahulu untuk penanggulangan DBD yang merupakan penyakit menular  melalui virus dengue  dibawa oleh nyamuk itu, yakni memotivasi masyarakat agar dapat membersihkan lingkungan (rumah dan permukiman).

“Diskes Mahulu mengadakan advokasi ke masyarakat untuk pemberantasan sarang nyamuk dilingkungan masing-masing. Kemudian melakukan fogging atau pengasapan untuk daerah lokasi terindikasi ada kasus DBD, serta pembagian abate atau serbuk pembasmi jentik,” ujarnya.

Menurut Kadiskes pihaknya telah mengirimkan surat edaran ke Puskesmas se-Mahulu, agar di sebarkan kepada masyarakat untuk waspada DBD dan menggiatkan upaya kebersihan lingkungan.

“Yaitu melakukan upaya pemberantasan sarang nyamuk dengan menggalakkan 3M (menguras, menutup, dan mengubur) terhadap tempat penampungan air dan sampah di sekitar rumah, sehingga tidak menjadi tempat bersarang nyamuk,” katanya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pemberantasan Penyakit Menular Diskes dan PPKB Mahulu, Regina, membeberkan data yang tercatat oleh pihaknya terkait penyakit DBD sejak tahun lalu cukup tinggi. Namun kata dia, upaya Diskes dan PPKB Mahulu saat ini telah di dukung kuat dengan keberadaan sejumlah rumah sakit pratama dan Puskesmas se-Mahulu.

“Jumlah kasus DBD di Kabupaten Mahulu pada tahun 2018 lalu sebanyak 87 kasus. Sejak Januari hingga awal Februari 2019 ini, tercatat sudah ada 4 kasus warga yang terserang DBD,” sebutnya.

“Untuk pengendalian dan pencegahan, kami sudah mengirim surat ke Puskesmas se-Mahulu. Kami menekankan agar masyarakat sadar dan waspada DBD. Yaitu dengan pemberantasan sarang nyamuk. Bahkan Puskesmas diinstruksikan membagikan larvasida untuk ditaburkan pada tempat penampungan air,” tambah Regina.

Sekadar diketahui, Demam Berdarah Dengue (DBD) di sebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti atau Aedes albopictus yang membawa virus untuk menginfeksi darah manusia dengan gigitan dan mentransfer darah yang terinfeksi ke orang lain. iyd

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments