Jumat, Juli 30, 2021
BerandaTingkatkan Perekonomian Daerah, IPC Panjang Sinergikan Anak Perusahaan Pelindo II
Array

Tingkatkan Perekonomian Daerah, IPC Panjang Sinergikan Anak Perusahaan Pelindo II

Bandar Lampung, faktapers.id – IPC atau Pelabuhan Indonesia II (Persero) cabang Panjang menggelar Focus Group Discussion (FGD) Sinergitas Anak Perusahaan yang dihadiri seluruh anak perusahaan IPC Group, serta cargo owner dan shipping line, pada Senin (25/2/2019), Bandar Lampung.

Pada kesempatan tersebut, General Manager IPC Panjang, Drajat Sulistyo memaparkan pentingnya sinergitas anak perusahaan serta keunggulan-keunggulan IPC Panjang sebagai gerbang perekonomian daerah di Provinsi Bandar Lampung.

Antara lain memiliki lokasi yang strategis, natural port, developed port, hinterland yang beragam dan adanya akses jalan tol Trans Sumatera. Selain itu, juga dipaparkan Road Map IPC Panjang, New Model Business IPC Panjang, Terminalisasi, Rencana Pengembangan Pelabuhan Panjang serta Bandar Lampung Integrated Industrial Port.

“Pelabuhan Panjang memiliki potensi yang besar untuk kami kembangkan. Oleh karena itu, dibutuhkan kerjasama antar anak perusahaan yang di IPC Panjang untuk mewujudkannya dengan mengajak berdiskusi tentang peluang-peluang bisnis,” imbuh Drajat.

Dirut IPC TPK M. Adji yang hadir dalam FGD itu, juga memaparkan IPC TPK Digital Transformation serta program-program IPC TPK Tahun 2019, yaitu pengembangan bisnis dan jaringan meliputi integrasi layanan dalam jaringan terminal petikemas IPC TPK serta persiapan pengoperasian terminal petikemas di luar IPC Group.

Salah satu undangan, selaku cargo owner menyambut baik dengan adanya pengembangan Pelabuhan Panjang kedepan untuk membangun Provinsi Lampung dengan meningkatkan aktivitas kegiatan kepelabuhanan melalui ekspor.

IPC Panjang Berevolusi

Menurut data yang diterima, kargo non-petikemas pada tahun 2018 mengalami kenaikan 1,98%, dari 8,89 menjadi 9,06 juta ton. Kendati jumlah call (panggilan) kapal selama 2018 turun dari 2.480 unit pada 2017 menjadi 2.270 pada tahun 2018, namun total gross tone (GT) mengalami peningkatan sebesar 3,78%, dari 25,34 juta GT pada 2017 menjadi 26,30 juta GT di tahun 2018.

“Apa artinya? Ini berarti bahwa ada kecenderungan peningkatan panggilan kapal yang lebih besar di pelabuhan ini. Mengapa? Itu karena infrastruktur pelabuhan, fasilitas, dan sistem layanan kami mendapatkan perbaikan yang akhirnya memicu kapal besar datang,” ungkap GM IPC Panjang, Drajat Sulistyo.

Drajat mengatakan, salah satu jalur pelayaran besar dunia telah berencana untuk menyandarkan kapalnya dengan awal muatan 4.000 teus ke Pelabuhan Panjang. Untuk Pelabuhan Panjang sendiri, biasanya menangani kapal sekitar 200-1000 teus.

“Rencananya Bulan Maret 2019 dermaga kami akan disinggahi kapal dengan kapasitas besar yang merupakan kapal terbesar yang sandar di Sumatera khususnya Sumatera Bagian Selatan. Ini luar biasa, seperti lompatan kuantum. Saya mengatakannya sebagai evolusi pelabuhan. Kami baru saja melakukan peningkatan operasi melalui program-program itu,” ucapnya.

Menurutnya, pihaknya sedang mencoba untuk menggandeng sinergi BUMN antara Hutama Karya (HK), Pelindo, dan PTPN 7, dengan bersinergi dari sisi, pemanfaatan aset yang belum optimal dari 3 BUMN ini. Selain itu, pihaknya juga sedang membuat satu kajian tentang pembangunan kawasan industri yang terkoneksi dengan Pelabuhan Panjang melalui tol. kls

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments