Rabu, Juni 16, 2021
BerandaBelum Setahun, Jembatan Senilai Rp 1 M Rusak Parah
Array

Belum Setahun, Jembatan Senilai Rp 1 M Rusak Parah

Maros, faktapers.id – warga keluhkan Jembatan gantung sepanjang 150 meter penghubung Data Pakkasalo, Kelurahan Baju Bodoa Kecamatan Maros Baru, Kabupaten Maros, Kamis (21/03/19).

Warga merisaukan kondisi jembatan gantung saat ini, dan juga sangat menganggu bagi warga yang tinggal di sekitarnya. Dikarenakan jembatan gantung tersebut sudah mengalami kerusakan yang sangat parah.

Terlihat beberapa plat sudah terbuka, selain merisaukan warga, juga warga sangat terganggu dengan suara bising jembatan gantung itu.

Jembatan gantung yang panjangnya 150 meter tersebut sangat tidak safety dilintasi saat ini, justru sangat mengancam keselamatan pengendara pengguna jembatan yang akan melintas.

Bahan material jembatan gantung tersebut hampir 80% menggunakan besi sehingga suara bising menggangu warga yang bermukim di sekitar jembatan,

Suara bising disebabkan apabila ada pengendara melintas, karena plat lintasan sudah banyak yang terlepas dan jatuh dari perekatnya, sehingga menimbulkan suara bising yang bergemuruh.

Dg. Nai, warga pakkasalo, mengatakan jembatan gantung ini dianggarkan sejumlah Rp1 miliar pada tahun 2018. Sementara kondisi jembatan gantung saat ini belum setahun sudah rusak parah.

Semenjak dengan adanya jembatan gantung ini di bangun, warga tidak pernah merasa nyaman beristirahat, di karena suara bising yang ditimbulkan jembatan tersebut.

“Terlepas dari permasalahan suara bising, kami juga sangat risau, melihat kondisi jembatan saat ini, ada beberapa plat lintasan, klemnya sudah terlepas dan juga beberapa plat lintasan terlepas dan terbuka juga tidak rata,” ujar Dg Nai.

Sementara jembatan gantung tersebut satu satunya akses penghubung lintas kecamatan, antara Pakkasalo Kelurahan Baju Bodoa Kecamatan Maros Baru, dan Data Kelurahan Pallantikan Kecamatan Turikale Kabupaten Maros.

Lanjut Dg Nai, jembatan ini tiap harinya ramai dilintasi sebagai akses rutinitas masyarakat, sehingga ia risau melihat kondisi jembatan.

Apabila pengguna akses jembatan ini tidak berhati-hati, besar kemungkinan akan mengalami Kecelakaan. Jembatan tersebut sangat terasa goyang jika melintas, ditambah lagi beberapa bagian jembatan sudah rusak parah.

“Dg Nai juga menceritakan, sudah pernah ada tiga penguna jembatan jatuh, diakibatkan plat lintasan terbuka sehingga motor pengguna masuk kedalam lubang lintasan yang terbuka tersebut.

“Beruntung, pengguna jembatan itu tidak terjun ke dalam sungai. Melintas di jembatan gantung ini butuh kesimbangan dan kehati-hatian,” katanya.

Warga hanya bisa pasrah dengan kondisi jembatan tersebut. Pasalnya, mereka tidak tahu harus mengadu ke mana.

“Kami senang adanya jembatan. Tapi kalau kondisinya begini, ini membuat kami selalu was-was, hidup kami tidak tenang,” ujarnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Maros, Alfian Amri saat di konfirmasi, tidak merespon. hamzan

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments