Minggu, Juni 20, 2021
BerandaApakah Revolusi Industri 4.0 Benar-Benar Mengancam Tenaga Kerja Lokal ?
Array

Apakah Revolusi Industri 4.0 Benar-Benar Mengancam Tenaga Kerja Lokal ?

Oleh : CENDANA RAFLESIA

 

Hadirnya Revolusi Industri 4.0 bisa menjadi ancaman bagi tenaga kerja lokal yang kurang mengerti tentang teknologi.

Pernyataan tersebut didukung dari “Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) juga menilai hadirnya Revolusi Industri 4.0 bisa menjadi ancaman bagi tenaga kerja lokal yang tidak bisa beradaptasi dengan hal-hal baru”.

Revolusi Industri 4.0 nantinya akan membutuhkan tenaga kerja yang mengerti dan handal di bidang teknologi, sehingga tenaga kerja lokal dituntut harus mulai bisa beradaptasi dengan teknologi jika tidak ingin kehilangan pekerjaannya.

Revolusi Industri 4.0 sendiri ditandai dengan banyaknya sektor industri yang menggunakan otomatisasi mesin dan penggunaan robot.

Bahkan Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) mengkonfirmasi akan ada jenis pekerjaan yang bakal hilang seiring dengan berkembangnya Revolusi Industri 4.0.

Masyarakat mulai khawatir dengan pekerjaannya, yang akan digantikan oleh mesin dan robot. Apalagi masyakat yang tidak mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, mereka merasa akan kehilangan pekerjaan jika Revolusi Industri 4.0 masuk ke Indonesia.

Cendana Raflesia

Masih ada beberapa kantor dan perusahaan yang memilih akan tetap menggunakan tenaga kerja lokal walaupun Revolusi Industri 4.0 akan diterapkan di Indonesia, contohnya adalah tiket.com, ketika masyarakat mulai khawatir dengan masuknya Revolusi Industri 4.0, “tiket.com malah akan mengrekrut karyawan intership (3-12 months) secara besar-besaran pada tahun 2019 ini,” Ucap Rizky Paundra, salah satu karyawan tiket.com (12/02/2019).

Hal tersebut menandai tenaga kerja lokal tidak akan benar-benar kehilangan pekerjaan jika, belajar dan bisa beradaptasi dengan teknologi, karena secanggih apapun teknologi, tetap manusia yang pegang kendali.

“Teknologi itu alat bantu. Namanya saja kecerdasan buatan, tetap yang melaksanakan dan memutuskan itu manusia,” tegas Wapres pada acara yang digelar di Istana Wakil Presiden, Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Sabtu (6/5/2017).

Ada banyak hal yang tidak dapat dilakukan oleh mesin dan robot. Manusia yang menciptakan robot, sehingga apapun yang dilakukan robot tidak akan mempunyai nilai yang sama dengan manusia.

“Perkembangan Teknologi sangat pesat namun, secanggih apapun teknologi tetap tidak akan mencapai kesempurnaan untuk itu perlu peranan manusia sebagai control terhadap teknologi tersebut.” Disampaikan oleh Pratisi Informasi Teknologi (IT) Yucri Prihadi saat memberikan materi Tata kelola Organinasasi/Pemerintahan di Era Teknologi, (26/11)

Jadi dapat kita simpulkan masuknya Revolusi Industri 4.0 tidak akan benar-benar mengancam dan menghilangkan pekerjaan untuk tenaga kerja lokal selama masyakat mau belajar tentang teknologi dan bisa beraptasi dengan hal-hal baru. (*)

Penulis adalah Mahasiswa Universitas Surya di Tangerang

Jurusan Human Computer Interaction

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments