Jumat, Juli 30, 2021
BerandaDi Kubar Lubang Tambang Menganga dan Lebah Madu Hinggap di Pohon Sawit,...
Array

Di Kubar Lubang Tambang Menganga dan Lebah Madu Hinggap di Pohon Sawit, Tanggung Jawab Siapa?

Kutai Barat, faktapers.id – Mungkin perlu menjadi perhatian serius oleh masyarakat luas, bahwa lebih dari 60 persen hutan di Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), saat ini keberadaannya telah beralih fungsi oleh sejumlah perusahaan atau korporasi menjadi areal pertambangan batubara dan perkebunan kelapa sawit.

Anggota Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Kaltim, Pius Erick Nyompe sekaligus Anggota Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Kaltim mengecam keras sikap sejumlah perusahaan yang tidak mengindahkan aturan tentang keselamatan lingkungan hidup dan masyarakat adat.

Beginilah Kondisi Lebah Madu Benggeris Habis Ditebang Menjadi Areal Perkebunan Kelapa Sawit, Lebah Madu Memilih Bersarang di Pohon Kelapa Sawit
Beginilah Kondisi Lebah Madu Benggeris Habis Ditebang Menjadi Areal Perkebunan Kelapa Sawit, Lebah Madu Memilih Bersarang di Pohon Kelapa Sawit

“Anda bisa lihat sendiri lho, kolam lubang bekas tambang (eks) perusahaan batubara di Kubar ada dimana-mana. Mulai dari Kecamatan Tering, Long Iram, Mook Manar Bulatn, Muara Lawa, Damai, Siluq Ngurai,Muara Pahu, dan Jempang,” bebernya kepada faktapers.id dan Harian Fakta Pers di Sendawar, Minggu (3/3/19).

Pius Erick Nyompe menyebut jelas-jelas pelanggaran berat dilakukan sejumlah perusahaan tersebut, hanya mengeruk ‘Emas Hitam’ alias batubara di Kubar, tetapi tidak mematuhi aturan atau undang-undang yang disosialisasikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI.

“Perusahaan tambang batubara hanya mengeruk hasil di Kubar, tetapi tidak melakukan reklamasi lubang tambang yang menjadi kolam menganga ditinggalkan begitu saja. Saya katakan bahwa pemerintah terlalu lemah pengawasan. Uang Jaminan Reklamasi (Jamrek) perusahaan tersebut tidak jelas. Atau sengaja secara diam-diam digunakan ke pos-pos lainnya,” jelasnya.

Lubang Tambang Salah Satu Perusahaan Batubara di Kecamatan Muara Lawa, Bak Danau Besar
Lubang Tambang Salah Satu Perusahaan Batubara di Kecamatan Muara Lawa, Bak Danau Besar

Diluar perusahaan pertambangan, Pius Erick Nyompe juga mengecam keras sejumlah perusahaan perkebunan kelapa sawit di Kubar yang membabat ribuan hektare lahan masyarakat adat dibeberapa kecamatan tanpa kompromi.

“Saya berani katakan seperti itu, ada bukti kuat. Ribuan hektar lahan masyarakat adat di Kecamatan Bentian Besar, Siluk Ngurai, Jempang, Bongan, Long Iram, Tering, dan umumnya di 16 kecamatan se-Kubar, sampai saat ini masih menjadi masalah besar dengan perusahaan sawit,” urainya.

“Masyarakat tiba-tiba kaget lahan mereka digusur oleh perusahaan perkebunan sawit tanpa izin dari pemilik tanah. Yang jadi pertanyaan, siapa yang memberi izin sehingga perusaahaan itu terlalu berani?. Lahan dibabat, kuburan leluhur masyarakat adat digusur, bahkan kebun (lembo) masyarakat jadi korban,” tambahnya lagi.

Menyikapi hal itu, Pius Erick Nyompe berharap Gubernur Kaltim H Isran Noor bersama Wagub Kaltim H Hadi Mulyadi agar bisa memanggil perusahaan pertambangan dan perkebunan di Kubar, agar bertanggung jawab kepada masyarakat.

“Kami berharap agar moratorium (penundaan) penerbitan izin sejumlah perusahaan tambang dan perkebunan di Kaltim terus berlanjut. Karena kerusakan hutan itu, memicu kerusakan lingkungan dan kesengsaraan masyarakat saja,” pungkasnya.

Perlu diketahui, dikala puluhan tahun lalu, sebelum masuknya perusahaan pertambangan dan perkebunan kelapa sawit di Kubar, kawasan 16 kecamatan itu terkenal sebagai penghasil madu alam di Kaltim. Namun kini, pohon kayu Benggeris (Tanyut = bahasa setempat, RED,-.) yang merupakan tempat bersarang lebah sudah musnah ditebang.

“Perlu perhatian khusus dari perusahaan perkebunan sawit, tolong kayu yang tergolong Tanyut (Benggeris, Bengkirai, Anggi, Kruing dll) jangan ditebang. Inilah akbiatnya, tawon/lebah/madu dengan terpaksa harus hinggap dipohon sawit,” tulis akun facebook Juan Felix yang membagikan kirimannya di grup Keluhan & Saran Warga Kubar & Kaltim.iyd

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments