Rabu, Juni 16, 2021
BerandaDinilai Penyebab Pelanggaran Etika, Money Politik tak Bisa Dieksekusi 
Array

Dinilai Penyebab Pelanggaran Etika, Money Politik tak Bisa Dieksekusi 

Jakarta, faktapers.id – Soal etika masih ada harapan karena masih ada Pancasila. Realitas politik keluar dari etika adalah money politik. Begitu ungkap anggota MPR RI dari Kelompok Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Akhmad Muqowam.

“Kalau kita bicara etika politik ada harapan, artinya kita punya agama, kita bicara mengenai Pancasila, kita bicara nilai atau value, kita bicara budaya kita dan lain-lain siapa bilang kita tidak berbudaya,” ujar Muqowam pada diskusi Empat Pilar MPR di Media Center, Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (11/03/19).

Tetapi, sambung dia, faktanya mau pilpres, Pileg yang terjadi adalah terjadi satu Proses dis yang luas biasa.

“Padalah yang namanya etika politik itu baik caleg, partai, capres , wartawan dan masyarakat semuanya harus beretika. Maka kalau semua ber-etika maka dunia ini damai, yang terjadi hari ini ngga, dimana salahnya? Mata rantai ini semua baik para caleg, masyarakat tak bisa disalahkan,” ungkap Muqowam.

Ia menilai, realitas politik keluar dari etika itu adalah Money politik salah satunya dimana mau Bawaslu, Kepolisian, kejaksaan, kini tak punya kekuatan yang sifatnya eksekutorial.

“Kedua adalah kampanye hitam, ketiga adalah nepotisme, keempat adalah pragmatisme berinplikasi kepada sukses partisifasi pemilih yang ditahun lalu ada 72 persen yang sekarang KPU mengharapkan itu ada 75 persen. Saya pertanyakan karena faktanya bahwa bukan sekedar regulasi yang diciptakan, tetapi juga fakta di lapangan,” urai Muqowam.

“Kenapa Hal ini terjadi? Pertama karena ketidak pahaman masyarakat mengenai ideologi bangsa. Agama berbeda tapi ketika Pancasila sebagai sebuah acuan moral kita makanya ketidak pahaman masyarakat terhadap Pancasila. Kedua adalah krisi moral yang terjadi dalam lingkup yang luas ini luar biasa, Jadi kalau reformasi pada waktu itu multidimensi, Saya kira 98 sampai hari ini belum selesai multidimensi pada tataran moral itu, udah 20 tahun yang lalu kita belum bisa menyelesaikan yang berkaitan multi dimensi,” paparnya lagi.

Ketiga, sambung Muqowam adalah Kenapa ini terjadi, karena longgarnya pemahaman terhadap pasal 30, keberagamaan, jadi adalah semakin Saleh dia maka semakin tinggi ketaatan dia pada etika.

“Yang terakhir adalah tidak adanya pengawasan yang sifatnya holistik diantara kita semua, oleh karena ituy singkatnya menghadapi April 2019, bagi saya Ini adalah secara linier tetap akan berjalan, tetapi kemudian kalau kita mendapatkan nilai yang kurang itu pasti kita dapatkan kedepan,” imbuhnya. oss

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments