Minggu, Juni 13, 2021
BerandaKPU Diminta Berhenti Buat Soal Debat Capres-Cawapres
Array

KPU Diminta Berhenti Buat Soal Debat Capres-Cawapres

Jakarta, faktapers.id – Agar tak dicurigai bakal ada bocoran, dalam debat Capres-Cawapres tidak perlu ada pembuatan soal pertanyaan.

“Seharusnya Debat ini adalah ajang bagi rakyat untuk mengetahui apa yang ada di dalam pikiran kandidat,” ujar Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah diskusi Dialektika Demokrasi bertema “Menakar Efektivitas Debat Capres dalam Meraih Suara” di Media Center MPR/DPR RI, Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (14/3).

Menurutnya, hal itu agak direduksi oleh KPU, lalu dikritik setelah debat pertama dikurangi, akhirnya tidak di bocorkan soal tetap dibuat oleh panelis tapi tidak dibocorkan. “Saya nggak akan mempersoalkan bahwa kita juga bisa ragu. Apakah betul itu tidak bocor? Bagaimana bicara soal bocor, di abad 21 bocor jaman sekarang ini bukan karena ada moral hajat, bocor di zaman sekarang ini karena ada teknologi,” ungkapnya.

“(Di era teknologi-red) yang bisa menyadap apapaun yang anda lakukan di ruang tertutup sehingga tidak ada yang tidak bocor sekarang ini,” sambung legislator PKS itu. Makanya, Fahri mengusulkan, tidak perlu lagi ada pembuatan soal di debat yang ketiga nanti.

“Jadi, biarlah kandidat itu bertanya dari hulu sampai hilir persoalan. Kita atau panitia KPU hanya menyiapkan tema. Misalnya kita bilang kepada kedua Calon itu ini adalah temanya tentang pendidikan dan budaya tentang, kesehatan tentang ketenagakerjaan itu topiknya dan silahkna debat di wilayah itu dan serulah perdebatannya,” urainya.

Fahri menilai, perdebatan itu tidak akan substantif kalau demikian caranya. “Saya baru berani melihat bahwa ini hanya akan seperti seremonial saja. Dari sebegitu banyak persoalan yang seharusnya tukang identifikasi persoalan itu adalah kandidat, seharusnya para kandidatlah yang harus mengidetifikasi, bukan panelis dan itu tidak masuk akal,” papar pimpinan DPR Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat (Korkesra) itu.

Fahri menilai, KPU mereduksi hak rakyat untuk mengetahui keseluruhan isi kepala dari kandidat ini. “Menurut saya harusnya dikurangi, mudah-mudahan besok. Kalau kemarin itu kan yang adu-tarung bebas itu cuman satu sesi. Mudah-mudahan ditambahi dua dan berikutnya itu ditambah jadi tida bahkan kalau bisa di debat yang kelima udahlah nggak perlu ada pertanyaan lagi, kasih aja kisi-kisinya biar mereka bertempur,” serunya. oss

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments