Jumat, Juni 18, 2021
BerandaPolisi Tetapkan 3 Tersangka Kebakaran Kapal Nelayan di Muara Baru
Array

Polisi Tetapkan 3 Tersangka Kebakaran Kapal Nelayan di Muara Baru

Jakarta, faktapers.id – Polisi telah menetapkan 3 tersangka dalam kasus kebakaran kapal ikan yang terjadi pada Sabtu (23/2/2019), di Pelabuhan Nizam Zachman, Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara (Jakut). Peristiwa tersebut setidaknya telah membakar 34 kapal ikan.

Ketiga tersangka masing-masing S (27) sebagai karyawan las (pengelas), W (35) sebagai pemilik dan mandor bengkel las dan T (33) sebagai nakhoda atau kapten kapal. Penetapan ketiga orang tersebut, dikarenakan perannya masing-masing yang menjadi penyebab kebakaran.

“Ada tiga tersangka yang ditetapkan dalam gelar perkara, disesuaikan dengan SOP, yaitu tersangka S sebagai tukang las, tersangka W sebagai mandor dan tersangka T sebagai nahkoda,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya (PMJ), Kombes Pol Argo Yuwono, Sabtu (02/03/2019), di Mako Polres Pelabuhan Tanjung Priok.

Argo mengatakan, dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan gelar perkara yang dipimpin oleh Kabag Wasidik Ditkrimum PMJ, peristiwa kebakaran tersebut ditetapkan sebagai suatu tindak pidana, dan menaikkan menjadi penyidikan, hingga akhirnya memeriksa 33 saksi dari kru-kru kapal, nakhoda, pemilik kapal dan menetapkan 3 tersangka.

“Tersangka S sebagai tukang las lalai melakukan tugasnya. Dia kan mengelas dalam kapal, di ruang mesin, dia tahu SOP pengelasan. Misal harus ada blower, oksigen juga, nggak pengap, ada penyedot hawa panas tapi nggak dilakukan,” tutur Argo.

Sedangkan tersangka W yang berperan sebagai kepala mandor dinilai mengetahui SOP pengelasan, namun pada saat kejadian tersangka W tidak memberitahu apa yang seharusnya dilakukan.

“Tersangka T atau kapten kapal, dia kan sudah lama, sudah bersertifikat sebagai nahkoda. Jadi dia sudah tahu kalau ada problem di kapal, dia tahu bagaimana penyelesaiannya tapi dia nggak laksanakan,” ucapnya.

Kepada tersangka S, lanjut Argo, polisi menjerat dengan Pasal 187 atau Pasal 188 KUHP. Sementara tersangka W dan S dijerat dengan Pasal 55 ayat 1 jo Pasal 187 atau Pasal 188 KUHP tentang kelalaian yang mengakibatkan bahaya.

“Kerugian sementara ditaksir Rp23,4 milyar dari 20 kapal yang sudah diperiksa, masih ada 14 kapal belum diketahui kerugiannya. Kami juga akan segera melimpahkan berkas ini ke Kejaksaan,” ungkap Argo.

Ketika ditanya apakah pengelola pelabuhan tidak dilakukan pemeriksaan oleh kepolisian? Argo mengatakan agar sabar menunggu hingga penyidikan selesai.

“Kita kan baru bekerja berapa hari, kita tunggu saja, penyidikan ini masih berjalan,” pungkas Argo meyakinkan. kls

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments