Kamis, Juni 24, 2021
BerandaWarga Mempertanyakan Legalitas Pemindahan Badan Jalan Trans Kaltim di Kubar Oleh PT....
Array

Warga Mempertanyakan Legalitas Pemindahan Badan Jalan Trans Kaltim di Kubar Oleh PT. TSA dan PT. FKP

Kutai Barat, faktapers.id – Sejumlah warga di kawasan Kecamatan Damai, Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Kaltim, mempertanyakan kondisi pengalihan badan jalan Trans Kaltim yang berada dikawasan Kampung Mendika, Kecamatan Damai oleh perusahan pertambangan batubara milik PT Teguh Sinar Abadi (TSA) atua PT Firman Ketaun Perkasa (FKP) sejak Februari lalu.

Bukan tanpa alasan, warga bertanya-tanya, karena akses poros Trans Kaltim penghubung Kubar-Kubar tersebut dipindahkan oleh perusahaan tersebut. Bahkan badan jalan cjalan yang beraspal itu dipotong dan dikeruk, sedangkan batubara yang terkandung dibawah badan jalan tersebut diambil oleh perusahaan PT TSA/PT FKP.

“Warga kawatir badan jalan yang dipindahkan itu kedepan akan longsor. Karena batubara dibawah akses itu telah ditambang. Memang warga menggetahui bahwa pemindahan badan jalan itu karena PT TSA/PT FKP berencana akan membuat Under Pass (jalan tambang) dibawah badan jalan Trans Kaltim tersebut,” jelas salah satu tokoh masyarakat Kubar, Robertus Sahrun yang merupakan mantan Camat Muara Lawa kepada sejumlah wartawan, Rabu (20/3/19).

Dia menambahkan, awalnya warga sekitar menolak rencana pemindahan badan jalan Trans Kaltim tersebut yang menurut informasi masuk dalam kawasan konsesi pertambangan batubara PT TSA/PT FKP diwilayah itu.

“Yang dikawatirkan masyarakat adalah badan jalan Trans Kaltim yang sudah berpuluh tahun tersebut kedepan akan menimbulkan celaka bagi warga, karena badan jalan utama telah dipotong, digali dan ditambang, sehingga dipindahkan kesebelahnya,” tutur Sahrun.

“Kekawatiran kedepan akan membuat malapetaka bagi masyarakat. Karena badan jalan Trans Kaltim itu sejak semula, tidak pernah dilakukan penggalian yang sangat dalam dibawahnya,” tukas Robertus Sahrun.

Salah seorang warga Kampung Mendika, Martin mengakui bahwa pihak perusahaan belum pernah melakukan sosialisasi ke masyarakat setempat. Sementara aktivitas pemindahan jalan itu terus berlangsung.

“PT TSA/PT FKP terus melakukan aktivitas pemotongan badan jalan. Bahkan dilakukan pula penambangan batubara dilokasi bawah jalan Trans Kaltim tersebut. Mereka beralasan bahwa sudah mengantongi izin dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Kaltim dan juga sejumlah instansi terkait,” bebernya.

Guna melengkapi keterangan, wartawan melakukan konfirmasi kepada PT TSA/PT FKP pada Selasa (12/3/19) lalu. Perwakilan Kepala Teknik Tambang (KTT) PT FKP/PT TSA, Yuli yang memberikan keterangan kepada wartawan mengatakan pihaknya telah mengantongi izin lengkap dari instansi terkait. Sehingga perusahaan pertamabangan batubara tersebut berani melakukan aktivitas pemindahan badan jalan Trans Kaltim.

“Sebelumnya kami sudah bersurat kepada sejumlah instansi terkait. Termasuk perizinan dari DPMPTSP Kaltim. Juga pemberitahuan resmi kepada Pemkab Kubar, Polres dan Dishub Kubar, Camat Damai serta Petinggi Kampung Mendika, Polsek setempat. Termasuk pengurusan ijin lanjutan di Kementerian PU RI di Jakarta,” urainya.

Yuli menambahkan, alasan PT TSA/PT FKP memindahkan badan jalkan Trans Kaltim, karena pihaknya akan membuat Under Pass (Jalan Terowongan) yang posisinya berada tepat dibawah badan jalan Trans Kaltim diwilayah itu.

“Untuk aktivitas pembuatan under pass itu, pada 26 Februari lalu kami telah melayangkan surat ijin sosialisasi pembangunan Under Pass dengan Nomor 32/KTT/FKP-Polres KBR/II/2019. Disampaikan pula kepada Camat Damai dan Pentinggi Kampung Mendika,” tegasnya.

Selanjutnya, sehari setelah konfirmasi tersebut, kembali wartawan dihubungi manajemen PT FKP, Yuli, melalui telepon seluler. Dia mengatakan atas permohonan wartawan yang meminta ditunjukkan perizinan terkait pemotongan jalan tersebut, pihak manajemen PT TSA/PT FPK tidak bisa menunjukkannya kepada wartawan media.

“Mohon maaf pak, atas permohonan wartawan kemarin terkait perizinan masalah pemotongan jalan itu manajemen kami mengatakan tidak bisa ditunjukkan kepada wartawan. Jika memang ada warga masyarakat yang bertanya masalah pemotongan jalan itu, silahkan mereka datang kepada petinggi kampung dan camat setempat,” tandasnya.iyd

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments