Senin, Juni 21, 2021
BerandaAnak Minta Main PUBG, Ini Cara Melarangnya
Array

Anak Minta Main PUBG, Ini Cara Melarangnya

Jakarta, faktapers.id – Game PlayerUnknown’s Battlegrounds (PUBG) sedang populer bukan hanya di kalangan orang dewasa, tapi juga anak-anak. Banyak anak-anak yang main PUBG meski usia mereka tidak memenuhi batas usia minimum.

Seharusnya, game memiliki batasan usia, sehingga anak-anak bisa bermain sesuai dengan usia mereka. Orangtua juga perlu mengawasi game yang dimainkan oleh anak, sehingga mencegah anak mengakses permainan yang ternyata memiliki konten kekerasan atau pornografi.

Ketika mengunduh permainan di Android maupun iOS, platform sebenarnya sudah memberikan rating batasan usia minimal untuk memainkan game tersebut. Game Free Fire dari Garena, misalnya, di platform Google Play Store ditandai untuk 12 tahun ke atas.

Sementara di situs Indonesian Game Rating System (IGRS) game tersebut untuk usia 18 tahun ke atas.

Psikolog dari Yayasan Sahabatku Mitra Remaja, Fajriati M. Badrudin, berpendapat orangtua harus punya strategi untuk menghadapi anak yang ingin main game.

Orangtua seharusnya memberi pemahaman mengenai gawai dan konten apa saja yang bisa diakses.

“Sebelum kasih barang, kita buat peraturan. Masalah konten, apa yang boleh dan tidak boleh harus jelas,” kata Fajriati dikutip dari ANTARANEWS.

Baca Juga  Peneliti Asal Korsel Temukan 36 Kelemahan pada Jaringan 4G LTE

Semakin anak bertambah dewasa, anak tidak bisa lagi dilarang tanpa memberi penjelasan. Menurut dia, salah satu cara yang efektif untuk memberi pemahaman bagi anak adalah dengan mengajaknya berdiskusi.

Ajak anak untuk memahami dampak positif dan negatif game tersebut, kemudian tanya pendapatnya mengenai game tersebut.

Jika orangtua melarang bermain game karena tidak sesuai usianya, sediakan alternatif kegiatan yang lebih positif dan menyenangkan agar anak memiliki aktivitas selain bermain game.

“Kesalahan orangtua, terkadang hanya bisa melarang, tapi tidak kasih alternatif, jadi anak bingung mau melakukan apa,” tuturnya.

Fajriati menyarankan orangtua sebaiknya tidak gagap teknologi dan harus tahu konten dan aplikasi apa saja yang terpasang di ponsel anak.

Jika anak memiliki media sosial, usahakan memiliki akun juga di media sosial tersebut agar dapat melihat aktivitas anak. fp01

 

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments