Headline

Mengklaim Ahli Spiritual, Ki Jamal Asal Tegal Bisa Tarik Emas Gaib, Tapi…

3385
×

Mengklaim Ahli Spiritual, Ki Jamal Asal Tegal Bisa Tarik Emas Gaib, Tapi…

Sebarkan artikel ini
1245404Emas
Ilustrasi

Tegal, faktapers.id – Ki Jamal alias Amrul Jamal (36) warga Kelurahan Tegal Parang, Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan mengaku bisa menarik emas dari alam gaib. Ki Jamal biasa menggelar ritual di daerah sitail Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, akhirnya dibekuk jajaran Satreskrim Polres Tegal pada Senin (13/5/19).

Ia mengaku mampu menarik emas seharga ratusan juta rupiah dari alam gaib setelah melakukan prosesi ritual. Sayangnya Sulton (49) warga Kabupaten Tegal ketika sudah mentransfer uang hingga Rp 31 juta, bukan emas asli yang didapatkan, melainkan perhiasan imitasi.

Meski telah ditangkap karena aksi penipuannya, Ki Jamal tetap bersi keras bahwa dirinya memiliki kemampuan spritual.

Bahkan saat di Mapolres Tegal, Ki Jamal mengklaim bahwa sang korban dinilai kurang sempurna dalam menjalankan perintahnya dan persyaratannya sehingga gagal meraih emas senilai ratusan juta itu.

“Saya ini punya ilmu gaib sejak tahun 2012. Emang orang itu (Sulton) kurang sempurna dalam menjalankan perintah saya. Munculnya emas kuningan yang dibungkus kain mori itu karena kurang sempurna,” ujar Ki Jamal saat di Mapolres Tegal seperti dilansir dari Tribunnews.com.

da4ff33e 8455 4dce bff7 bf627d2a09e6
Kasatreskrim Polres Tegal AKP Bambang Purnomo memperlihatkan emas kuningan imitasi bersama sang pelaku Ki Jamal di Mapolres Tegal, Senin (13/5/2019)

“Pelaku saat diintrogasi pun tetap bersikukuh mengaku sebagai ahli spiritual” kata Kasatreskrim Polres Tegal AKP Bambang Purnomo.

“Sudah salah, tetap masih ngeyel emang. Rencana pelaku, setoran uang korban sebesar Rp 31.800.000, yang masih kurang akan ditutup oleh hasil ritualnya nanti,” sambung Bambang.

Bambang pun mengatakan, pelaku yang dulu berprofesi sebagai ojek online di Jakarta itu berjanji akan menarik perhiasan emas yang seharga Rp 777 juta. Namun, Ki Jamal gagal melakukan ritualnya, hal yang dijanjikannya tak dapat diperoleh.

“Pelaku menyerahkan sejumlah perhiasan. Namun, setelah diperiksa kandungannya, hanya sebagian kecil mengandung emas. Semuanya imitasi,” ungkapnya.

Akibat perbuatannya tersebut, pelaku dijerat Pasal 378 KUHP dengan ancaman pidana maksimal 4 tahun penjara. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *