Bali, faktapers.id – Kegiatan pemindahan isi elpiji 3 kg subsidi ke dalam tabung kemasan 12Kg dan 50Kg non subsidi dilakukan dengan terang-terangan.
Kedapatan, terlihat dua orang karyawan melakukan praktik pemindahan gas elpiji lazim disebut ngoplos, dengan membalikkan elpiji 3Kg, menyuntikkan menggunakan alat khusus ke dalam tabung kosong kemasan 12Kg.
Selain itu, mobil pickup keluar masuk memuat elpiji berbagai kemasan layaknya dalam sebuah gudang di sebelah areal penggilingan padi atau selip beras.
Beredar kabar, tempat pengoplosan ini merupakan milik seorang inisial DA, namanya cukup terkenal di kalangan pembisnis elpiji. Terang kegiatan diduga melanggar hukum ini terpantau aman, terkesan dibiarkan di Dusun Batupulu, Desa Panji Anom, Kecamatan Sukasada, Buleleng, Jumat (24/5/19)
Dari pantauan awak media yang berhasil menggali data di lapangan menyebutkan, gas elpiji 3 kg didapat dari agen resmi elpiji. Disinyalir sengaja disalurkan ke gudang pengoplosan dengan berpura-pura tidak tahu padahal seharusnya untuk masyarakat luas.
Kadisprindag Buleleng, Drs.Ketut Suparto, MMA, saat dikonfirmasi mengaku tidak tahu menahu adanya praktik pengoplosan elpiji.
“Maaf untuk pengoplosan gas elpiji sampai saat ini kami belum menerima informasi dan ini kewenangan dari penegak hukum, dan untuk peredaran gas elpiji di Kabupaten Buleleng sampai saat ini berjalan lancar dan terkendali serta stok aman menjelang hari raya Idul Fitri,” terangnya.
Suparto menambahkan, dalam minggu depan ini pihaknya berencana melakukan sidak pengawasan dan pemantauan terhadap distribusi elpiji 3Kg subsidi. Dikatakan, untuk kabupaten Buleleng tercatat terdapat 11 Agen elpiji melayani penyaluran elpiji kemasan 3Kg ke tingkat pangkalan.
“Untuk harga eceran tertinggi (HET) yang bersubsidi 3 kg Rp 14.500 di pangkalan yang ditunjuk oleh Agen. Dan kisaran harga di lapangan antara Rp 16.000 sampai Rp 18.000, ini dikarenakan adanya ongkos angkut. Tapi kalau beli langsung di pangkalan yang ditunjuk Agen harganya sesuai dengan harga HET,” paparnya.
Sementara Kasat Reskrim Polres Buleleng, AKP Mikel Hutabarat, S.H., S.Ik., M.H, saat dikonfirmasi wartawan melalui pesan Whatsapp terkait kabar yang berkembang mengatakan, belum mendapatkan laporan dari anggota. Pihaknya menegaskan jika informasi ini benar para pelaku akan ditindak tegas alias ditangkap. Tim