oleh

ICHIBOT Kembangkan Ragam Produk Teknologi untuk Pendidikan Robotika

Yogyakarta, faktapers.id – Di antara riuhnya tren perkembangan teknologi, robotika adalah salah satu yang menjadi sorotan. Perkembangan teknik automasi dan perangkat komputasi yang kian terjangkau memungkinkan pengembang mendesain robot untuk beragam kebutuhan, terlebih untuk menghadirkan efisiensi dalam industri manufaktur.

Sayangnya pelatihan talenta di bidang perangkat keras tersebut tidak signifikan di Indonesia, sehingga ada kemungkinan pemenuhan kebutuhan ahli di bidang robotika sulit tercapai dengan baik.

ICHIBOT hadir mencoba menguraikan isu tersebut, dimulai dengan mengidentifikasi masalah mendasar yang ada di Indonesia. Dari pengamatan ditemukan fakta bahwa ketersediaan dan kemampuan produksi hardware yang fokus pada robot edukasi masih sangat minim. Sementara perangkat tersebut sangat diperlukan untuk memperkenalkan konsep robotika itu sendiri di ranah pendidikan dasar dan menengah. Dalam kerangka 21 Century Learning Design, pendidikan STEM (Sains, Technology, Engineering, Math) prioritas untuk menghasilkan lulusan yang siap terap, pengenalan robotika termasuk dalam unsur tersebut.

“ICHIBOT dikembangkan berdasarkan kebutuhan robot untuk edukasi di Indonesia. Visi besarnya, ingin membantu memenuhi kebutuhan robot untuk mendukung industri dalam negeri, mengembangkan robot untuk membantu aktivitas manusia, dan memenuhi kebutuhan robot sebagai sarana riset dan pengembangan teknologi.”

Saat ini ICHIBOT sudah memiliki dua lini produk, yakni robot edukasi berbasis “Line Follower” dan komponen modul elektronik untuk pengembangan produk berbasis hardware. Line Follower menjadi kategori robot edukasi yang cukup banyak digunakan, baik untuk kebutuhan pengajaran maupun kompetisi tingkat pelajar. Pengembang robot Line Follower ditantang untuk memprogram agar robot dapat mengikuti jalur garis yang telah ditentukan secara otomatis. ICHIBOT sudah memiliki 4 varian paket produk yang dapat dibeli, meliputi Ichibot Ultimate 4s, Ichibot Ultimate 3X, Ichibot Ultimate 3, dan Ichiduino Nano.

Masing-masing produk tentu memiliki spesifikasi dan kemampuan yang berbeda. Sebagai contoh Ultimate 4s, produk robot Line Follower generasi ke-4 dari ICHIBOT ini difokuskan untuk lomba Line Tracer dengan kecepatan dan akurasi tinggi.

Di dalamnya sudah dilengkapi dengan sistem operasi bernama CHIOS 5 untuk mengatur pergerakan dan arah belokan Startup pengembang robot edukasi ini didirikan oleh tiga orang founder, yakni Fahruddin Hasan, Angga Priyatmoko, dan Slamet Hari Mukti. Ketiganya bertemu saat berpartisipasi dalam lomba Line Follower masing-masing beradu dengan robot yang dikembangkannya. Lantas ketiganya sepakat untuk menyatukan ide, membuat produk yang lebih sempurna untuk dikomersialkan. Di tahap awal operasionalnya, ICHIBOT mendapatkan dukungan pendanaan awal dari grant PPBT Ristek Dikti 2018 dan 2019.

“Kami ingin menghadirkan mainan robot yang memberikan edukasi. Target ICHIBOT membuat seluruh sekolah di Indonesia menggunakan produk robotika kami untuk pendidikan menyambut era revolusi industri 4.0.”

Untuk pengembangan bisnis lebih lanjut, saat ini ICHIBOT juga tengah diinkubasi oleh Amikom Business Park (ABP). ABP merupakan inkubator di bawah Universitas Amikom Yogyakarta. Kendati di dalam universitas, ABP terbuka bagi siapa saja yang berminat belajar tentang kewirausahaan digital melalui kegiatan reguler dan program khusus yang diselenggarakan, termasuk menjembatani startup dengan investor potensial. uaa  

 

Komentar

News Feed