oleh

Kelola Perpustakan dari Sepi Jadi Ramai, Perpusnas RI Puji Pemkab Maros

Maros, faktapers.id – Kabupaten Maros memiliki komitmen luar biasa dalam penguatan literasi untuk kesejahteraan dengan sistem transformasi berbasis inklusi sosial.

Hal itu dibuktikan dengan berbagai kegiatan yang dilakukan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Maros seperti bimbingan teknis, workshop, diskusi, hingga advokasi. Termasuk membuat MOU bersama Angkasa Pura dan Lapas Klas II A Maros.

Demikian disampaikan Kepala Biro Hukum dan Perencanaan Perpustakaan Nasional RI, Dr. Joko Santoso, M.Hum, saat melakukan pemantauan dan evaluasi terpadu Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial di Perpustakaan Daerah Kabupaten Maros, Jalan Lanto Dg. Pasewang, Rabu (26/6/19).

Selain tim dari Perpusnas RI, tim dari Bappenas, Kemenkeu dan Kemendagri RI juga ikut bersama rombongan melakukan pemantauan dan evaluasi di Perpusda Maros.

Joko menilai Pemkab Maros berhasil merubah kondisi perpustakaan yang dulunya sepi namun sekarang sudah semakin ramai, mulai anak-anak sampai lansia.

“Transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial ini bisa merubah perpustakaan menjadi sebuah ruang publik untuk belajar secara tekstual dan kontekstual sehingga bisa memecahkan permasalahan sosial sesuai kondisi budaya yang ada di berbagai daerah,” ujar Joko.

Sementara Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Maros, M. Alwi menyampaikan, kini sudah ada 6 Ddsa di Maros yang mengembangkan perpustakaan yakni Desa Pajjukukang, Allere, Labuaja, Bonto Tallasa, Baruga, dan Borikamase.

“Namun ke depannya, saya berharap semua desa dan kelurahan akan memberlakukan transformasi perpustakaan ini sehingga menjadi ruang berbagi pengalaman, ruang belajar, dan berlatih keterampilan yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan.

Usai melakukan pemantauan di Perpusda Maros, rombongan pun melakukan pemantauan langsung ke Desa Pajjukukang, Kecamatan Bontoa untuk melihat progres dari perpustakaan yang dibentuk di desa tersebut. Hamzan

Komentar

News Feed