oleh

Keluarga I Padang Siap Gugat Pemkab Karangasem, Agar Lahannya di Kembalikan

Bali, faktapers.id – Perjuangan I Ketut Suanta Ariana. SH. Dalam memperjuangkan haknya untuk merebut kembali tanah arisan dari sang nenek, menemui jalan panjang dan berliku.

Diatas yang sekarang berdiri bangunan kantor Kepala Desa Rendang, yang dulu kantor Camat Rendang. Dari disinilah asal muasal permasalahan muncul.
Dari penuturan I Ketut Suanta Ariana, jumat ( 28/6/19 ). Secara sukarela pihaknya meminjamkan sebidang tanah, dengan luas 10 are. Dari total keseluruhan setengah hektar atau 0,50 Ha, kepada Pemkab Karangasem beberapa tahun silam.
Dalam perjalananya, pihak Pemkab Karangasem melalui Badan Pertanahan Nasional yang dulunya bernama Kementerian Agraria. Mengeluarkan sertifikat Hak guna pakai.

Tetapi tidak masuk dalam Aset Pemerintah Daerah. Hanya tercatat sebagai inventaris.
Seiring berjalannya waktu. Pihak keluarga ingin mengambil kembali hak-haknya atas tanah yang sampai sekarang masih dipakai sebagai kantor Desa. Dan tanpa ada kompensasi yang di berikan oleh Pemkab Karangasem. Padahal penguasan aset yang secara sah miliki dari keluarga almarhum I Padang. Hal ini di buktikan oleh I Ketut Suanta Arianta, dengan menunjukan dokumen kepemilikan yang bisa di pertanggung jawabkan, baik di muka hukum maupun dokumen pendukung lainnya.

“Kami pihak keluarga sudah berusaha mempermudah urusan dengan pihak Pemkab, agar hak-hak kami di kembalikan, tapi nyatanya kami malah di ping-pong kesana kemari, dan yang kami pertanyakan, kenapa pihak BPN dalam hal ini begitu gampang mengeluarkan seritifkat ?, walaupun itu hanya hak guna pakai ?,” heran Suanta.

Padahal, jika Pemkab Karangasem mau duduk bersama dengan pihak korban, semua dokumen kepemilikan yang tersimpan rapi sebagai bukti otentik, akan di tunjukan oleh Suanta.

Salah satunya surat pernyataan dari mantan Camat Rendang waktu itu, yang tahu persis kronologi dan silsilah kepemilikan tanah yang di jadi sengketa antara pihak keluarga I Padang dengan Pemkab Karangasem.

Ditambahkan juga oleh pria yang sudah puluhan tahun memperjuangkan haknya. Mempertanyakan kinerja pihak BPN. Apalagi setelah tidak berlakunya sertifikat hak guna pakai yang pertama. Kok keluar lagi Serifikat Hak Guna pakai yang kedua. Padahal waktu itu, pihaknya sudah mau duduk bersama agar sengketa antara keluarga I Padang dengan Pemkab Karangasem, di selesaikan secara kekeluargaan.

“Kami sebenarnya ingin menyelesaikan masalah ini dengan cara baik-baik, dan bukan sekali dua kali saya datang menghadap bagian aset maupun ke BPN, untuk menanyakan kejelasan hak-hak kami, tapi jawaban selalu jauh dari pokok permasalahan,” terang Suanta.

Suanta pun menjelaskan, jika dalam perjalanan kasusnya, pihak Ombusdman ikut sebagai mediator.

“Yang lucu bagi kami, disaat kami coba meminta kepada pihak Ombusdman agar kasus kami mendapat pengawalan, karena kami curiga, ada malpraktek dokument di BPN terkait keluarnya sertifkat hak guna pakai, kok malah kami yang harus berurusan dengan pihak Ombusdman,” terang Suanta.

Suanta pun berharap, dalam perjuangannya untuk mendapatkan hak-haknya kembali, yaitu tanah warisan dari sang nenek, bisa terwujud. Pasalnya, kasus ini sudah tangani oleh Polda Bali.

“Laporan kami sudah di tangani pihak aparat, harapan kami kasus ini akan segera selesai,” harapnya.

Seperti tampak dalam poto. Suasana di kantor Perbekel Desa Rendang, Kecamatan Rendang. Kabupaten Karangasem. Saat petugas dari pihak aparat maupun Pemkab Serta BPN melakukan dialog dan pengukuran ulang di lokasi. Ans

Komentar

News Feed