Minggu, April 11, 2021
BerandaKomisi VII DPR RI di Kabupaten Maros Laksanakan Kunker ke Pabrik Semen...
Array

Komisi VII DPR RI di Kabupaten Maros Laksanakan Kunker ke Pabrik Semen Bosowa

Maros, faktapers.id – Subhan Aksa Mahmud bersama Direktur Pengendalian Pencemaran Udara, Direktorat Jenderal pencemaran dan kerusakan Lingkungan KLHK Drs.Dasrul Chaniago MH, ME, MM dan Kepala Pusat P3E SUMA LHK Dr. Ir Darhamsyah, M.Si, C.Mt.

Cuaca cerah mengiringi Pesawat Garuda, GA 608 yang membawa rombongan Komisi VII DPR-RI mendarat dengan mulus di Bandara Sultan Hasanuddin, pada hari Sabtu, 22 Juni 2019 sekitar pukul 13.50 WITA.

Hadir Staf Ahli Menteri LHK Bidang Kelembagaan Pusat dan Daerah Prof Winarni Monoarfa yang menyambut langsung rombongan beserta Kepala Pusat P3E SUMA Dr.Ir.Darhamsyah M.Si, C.MT Ir. Daniel Lebang, MM. KSBTU Kepala BPDASHL Jeneberang Saddang, Kepala Tata Usaha Balai Gakum Sulawesi Ahmad Yusuf SH,MH, Kepala Tata Usaha Balai Besar KSDA Sulawesi Elyana Said S.Pi, MM.

Selanjutnya rombongan terbagi dua dalam kunjungan kerja kali ini yakni, rombongan pertama Menuju Ke Kabupaten Gowa di PLTA Bili Bili PT PLN (Persero) dengan ketua Rombongan Tamsil Linrung beserta rombongan dengan perwakilan dari KLHK yakni Prof Winarni Monoarfa bersama Ir. Daniel Lebang, MM. KSBTU Kepala BPDASHL Kepala Tata Usaha BKSDA Elyana Said S.Pi ,MM, Kepala Tata Usaha Balai Gakum Sulawesi Ahmad Yusuf SH, MH, dan Marselinus Uddi Lobo, SE Kepala Tata Usaha BPDASHL.

Adapun untuk rombongan ke dua Menuju ke Kabupaten Maros di Pabrik Semen Bosowa Maros hadir Perwakilan KLHK diantaranya Direktur Pengendalian pencemaran udara Dasrul Chaniago dari Dirjen PPKL LHK bersama Rombongan, Dr.Ir.Darhamsyah, M.Si, C.MT Kepala Pusat P3E SUMA, Kepala Sub bidang Laboratorium P3E SUMA Faisal Muis S.Si, M.Si, Kepala Subbag Umum P3E SUMA Hamzah Kadang SE, turut hadir dari Balai Pengamanan Penegakan Hukum Sulawesi LHK M Amin SH, MH. Kepala seksi wilayah 1 Gakum Sulawesi LHK, para pengawas dari Balai Gakum Sulawesi Kahar SE, M.Ap, Hamidah S.Si, M.Si.

Kunjungan kerja Spesifik Komisi VII DPR-RI di Kabupaten Maros ke Pabrik Semen Bosowa, yang mempunyai kapasitas Produksi sekitar 2,8 juta ton per tahun. Terkait produksi semen sudah Over supply sekitar 35 persen tahun ke tahun dari serapan produksi, serta kelemahan harga semen yang terlalu rendah namun cost produksi semakin tinggi disaat sekarang ini dengan era terpuruknya harga serta serapan Produksi semen disaat sekarang ini.

Hal ini tentunya menjadi perhatian Pemerintah dimana semakin banyaknya investasi pabrik semen yang akan ada di Indonesia, hal ini tentunya meningkatkan iklim persaingan tentunya berimbas pada supply and Demand sehingga dapat selaras.

Untuk itulah perlunya sektor transportasi yang mumpuni Seperti penyediaan ketersediaan Kapal Internasional, contohnya di Negara Vietnam dan Singapura yang mempunyai cost pengangkutan lebih murah dan harga BBM mereka yang lebih rendah, tentunya di bagian Cost lah yang selama ini menghambat Kapal Cargo Indonesia dengan keterbatasan harga minyak BBM, Jumlah quantity ekspor, Sektor Pelabuhan dll.

Sambutan pembukaan oleh Direksi PT Semen Bosowa Maros oleh Wahyu, Kepala divisi manufacturing yang memaparkan, pemanfaatan LB3 seperti Fly Ash, Bottom Ash dan Oli bekas, Copper Slag dll.

“Terkait jumlah limbah B3 oli bekas dihasilkan telah dimanfaatkan dengan baik, serta semakin Berkurang produksi Clinker otomatis kualitas Pencemaran Udara yang dihasilkan bisa direduksi, adapun parameter pemetaan karakteristik produksi semen kepada Costumer tetap mengacu pada standar kualitas yang terbaik seperti Beton, Building dll. Serta optimalisasi penggunaan Batu Bara dengan tehnik Burner Api Kuat dengan modified combine dari tehnik mix dengan injeksi turbin Udara dan Batu bara sehingga Low kalori tetapi nyala api tetap Strong.

Dan pengoptimalan pemakaian Energi Listrik pada pabrik dengan memakai tehnik timer waktu,” paparnya.

Sesi selanjutnya, sambutan Nur Alam kepala Divisi Enviromental PT Semen Bosowa Maros yang memaparkan, komitmen perusahaan pada sektor Keanekaragaman Hayati di PT Semen Bosowa Maros, diantaranya program unggulan seperti kegiatan yang bekerja sama dengan BKSDAE serta Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung untuk melindungi satwa langka Tarsius Tarsies yang berada di Kab Maros serta perijinan pengangkutan Limbah B3 yang memakai vendor Pihak ketiga yakni Mitra Hijau dan PT PPLI.

“Adapun pada Capaian Proper Biru telah diraih dibulan Oktober 2018,” ujarnya.

Dilanjutkan Paparan Sambutan oleh Ketua rombongan kerja spesifik Komisi VII DPR-RI Ir. H Ridwan Hisyam yang dihadiri juga oleh para anggota Komisi VII DPR-RI lainnya juga hadir perwakilan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Pemerintah Kabupaten Maros.

Adapun Kunjungan kerja Komisi VII DPR-RI kali ini bertujuan untuk melihat secara dekat aktivitas semen Bosowa Maros dimana kita ketahui Bahwa Kabupaten Maros terbentang kawasan Karst yang mempunyai Keunikan dan keanekaragaman.

“Hayati juga kawasan Karst Maros Pangkep ini diakui oleh Dunia Internasional yang masuk dalam kawasan Heritage yang dilindungi oleh UNESCO, juga melihat implementasi kegiatan CSR kepada Masyarakat dan Proper perusahaan juga Peringkat Proper perusahaan,” jelasnya.

Ditutup dengan saling tukar cinderamata dari Komisi VII DPR-RI dan PT Semen Bosowa Maros dan dilanjutkan dengan Kunjungan Lapangan ke Areal Pabrik Semen Bosowa Maros lalu diakhiri foto bersama dilokasi Kantor Pusat Pabrik PT Semen Bosowa Maros.

Selanjutnya rombongan Komisi VII DPR-RI dan rombongan melanjutkan perjalanan kembali dengan pengawalan Patroli Kawal dari Polres Maros. Hamzan

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments