oleh

Manajer Tim Bentian Besar Pertanyakan Sikap Panitia dan Askab PSSI Kubar

Eko : Melak Walk Out Bisa Lolos ke-8 Besar, Saya Hanya Ditelpon Oleh Ketua KONI Kubar

Kutai Barat, faktapers.id – Diperhelatan besar turnamen Bupati Cup 2019 memperebutkan Piala Bupati Kutai Barat (Kubar), Kaltim, terjadi kisruh saat pergantian pemain Tim sepak bola Kecamatan Bentian Besar,  yang saat itu berhadapan dengan Tim sepak bola Kecamatan Melak,  Selasa (25 Juni) lalu, menuai polemik berkepanjangan hingga kini.

Eko Cahyanto

Manajer tim sepak bola Kecamatan Bentian Besar, Eko Cahyanto mengatakan, pihaknya sangat kecewa dengan keputusan Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kubar yang mengatakan bahwa Tim Sepak Bola Bentian Besar tidak lolos alias gugur ke-8 besar. Menurut Eko, pihaknya tidak pernah mendapat surat resmi terkait keputusan gugurnya tim Bentian Besar.

“Pada  Jumat 28 Juni 2019 Ketua KONI Kubar Stepanus Ujung menelpon saya. Dia menyatakan bahwa tim Melak yang lolos kedepalan besar, sedangkan tim Bentian Besar tidak lolos. Alasannya, Bentian Besar menggunakan pemain tidak sah sehingga melanggar aturan,” terangnya dalam keterangan pers di Mencimai, Kecamatan Barong Tongkok, Sendawar, Sabtu (29/6/19).

Eko menuturkan kronologis terjadinya kisruh itu bermula saat tim Bentian Besar melakukan pergantian pemain. Sehingga tim Melak protes kepada panitia dengan alasan pemain pengganti Bentian Besar tidak terdaftar dalam daftar nama dan jumlah pemain cadangan yang diserahkan kepada pihak panitia Turnamen Sepab Bola Bupati Cup Kubar 2019 di Stadion Swalas Gunaq.

“Itu protes tak beralasan kuat. Pemain cadangan kami tersebut sejak awal sudah kami laporkan kepada panitia, hanya saja tidak ditulis namanya. Tetapi di daftar list yang kami serahkan lengkap dengan foto kopi KTP pemain cadangan,” ungkapnya.

“Yang walk out (keluar) dari lapangan saat pertandingan itu adalah tim Melak, tetapi tidak dikenakan sangsi oleh panitia dan Askab PSSI Kubar. Padahal yang menghentikan permainan waktu adalah manajer tim Melak. Itu disaksikan oleh ribuan penonton,” tegas Eko.

Dia menambahkan, pasca kejadian itu tim Bentian Besar telah berdiskusi dengan panitia. Selanjutnya panitia rapat tertutup dan tidak mengundang kedua kesebelasan. Pada 26 Juni 2019 tim Bentian Besar mendapat surat dari panitia  dan Askab PSSI Kubar. Menurutnya, tim Bentian Besar mematauhi isi surat .

“Kami (Tim Bentian Besar) kick out di Stadion Swalas Gunaq. Selama 45 menit menunggu, tetapi tim Melak tidak hadir. Berdasarkan surat Askab PSSI dan panitia pada  26 Juni, sebenarnya sudah bisa diputuskan siapa diantara dua tim  (Bentian Besar VS Melak) yang lolos atau tidak ke babak delapan besar,” ungkapnya

Lebih jauh diungkapkan Eko, gugurnya tim Bentian Besar ada indikasi tidak berdasarkan keputusan Askab PSSI dan panitia. Menurutnya, Ketua KONI Kubar Stepanus Ujung beralasan bahwa  tim Melak sudah melayangkan surat banding. Berdasarkan surat banding itulah Ketua KONI Kubar memberikan keputusan melalui telepon kepada manager tim Bentian Besar.

“Panitia  atau KONI, yaitu Pak Stepanus Ujung menelpon saya. Dia mengatakan bahwa Tim Melak yang lolos kedepalan besar. Sedangkan Tim Bentian Besar tidak lolos, dengan alasan menggunakan pemain yang tidak sah. Dia menyebut Melak bukan walk out kala itu, tetapi panitia yang memberhentikan pertandingan,” tukasnya.

Eko menegaskan, sebenarnya secara perhitungan poin, tim Bentian Besar unggul dari tim Melak dengan nilai 1-0. Eko mengatakan sangat kecewa dan menyayangkan sejumlah keputusan panitia dan KONI dalam turnamen itu nyaris tak sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Kami telah melayangkan surat protes tertanggal 28 Juni ke Komisi Disiplin (Komdis) PSSI. Dengan tembusan kepada semua pihak terkait, termasuk Bapak Bupati Kubar terkait ‘Indikasi kecurangan’ terhadap tim Bentian Besar oleh Panitia dan pihak terkait dalam Bupati Cup Kubar 2019,” urainya.

Eko Cahyanto menyebut pihaknya sangat menyesalkan sikap Askab PSSI Kubar dan Panitia Bupati Cup Kubar 2019. Menurutnya, yang menjadi tanya pihaknya, adalah mengapa pihak panitia dan Askab PSSI Kubar telah meloloskan tim Melak ke babak delapan besar. Padahal belum ada pemberitahuan melalui surat resmi kepada tim Bentian Besar.

“Kami selalu mematuhi peraturan yang diterapkan panitia. Kami hanya menerima telepon pemberitahuan dari ketua KONI Kubar. Surat resmi hitam diatas putih, belum pernah kami terima terkait penyelesaian perselisihan antar tim Bentian Besar dengan tim Melak. Seharusnya panitia yang menghubungi,” ujarnya.

Dipaparkan Eko Cahyanto, jika Tim Bentian Besar digugurkan oleh panitia Bupati Cup Kubar 2019 karena alasan pemain cadangan tidak terdaftar dalam list yang diserahkan kepada panitia, pihaknya juga memiliki data dan dokumen  bahwa ada tim kecamatan lainnya yang kasusnya mirp dengan Bentian Besar. “Saya siap membeberkan kepada panitia terkait hal itu,” tandasnya.

Hingga berita ini diturunkan, Ketua Panitia dan Ketua Askab PSSI Kubar belum berhasil dikonfirmasi oleh Harian Fakta Pers dan faktapers.id.iyd

Komentar

News Feed