oleh

Sudin Kesehatan Jakut Gelar Penyuluhan Keamanan Pangan

Jakarta, faktapers.id – Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara menggelar penyuluhan keamanan pangan bagi pengusaha atau calon pengusaha kuliner. Hal ini dilakukan guna memberikan edukasi terhadap penggunaan bahan olahan yang baik.

Kasudin Kesehatan Jakarta Utara, Yudi Dimyati mengatakan, penyuluhan ini bertujuan agar pengusaha atau calon pengusaha memiliki pengetahuan terhadap penggunaan bahan yang dapat mencemari produk. Sehingga ke depannya mutu atau kualitas produk yang diederkan tidak membahayakan bagi konsumen.

“Jadi tujuannya yaitu bagaimana makanan-makanan olahan produk pangan industri rumah tangga ini tidak mengandung bahan-bahan yang berbahaya,” kata Yudi, saat ditemui di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Kamis (20/6/19).

Dijelaskannya, penyuluhan yang dihadiri sekitar 50 peserta ini turut mengundang narasumber dari Balai Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BB POM) DKI Jakarta dan Majelis Ulama Indonesia. Kehadiran kedua narasumber diyakini dapat menambah wawasan pengetahuan peserta terhadap kualitas makanan, baik dari segi kandungan zat maupun norma budaya dan agama di Indonesia.

“Peserta akan diberikan informasi bagaimana cara mengurus sertifikasi dari BB POM Jakarta dan MUI. Sehingga prosuk yang diedarkan tidak bertentangan dengan agama dan keyakinan serta budaya masyarakat,” jelasnya.

Tak hanya itu, pihaknya akan menugaskan petugas untuk melakukan supervisi pada lokasi produksi olahan kuliner peserta pasca penyuluhan. Dipastikan tidak ada penindakan dalam supervisi tersebut, melainkan hanya sekadar pembinaan agar proses produksi berjalan sesuai ketentuan yang ada.

“Kita akan melakukan pembinaan dulu, apabila setelah dilakukan pembinaan tidak ada perubahan maka kita berikan peringatan. Selanjutnya apabila tetap melanggar maka kita ajukan ke PTSP (Pelayanan Terpadu Satu Pintu) untuk pencabutan izin usaha,” tegasnya.

Peserta penyuluhan, Agnia Giri Lestari (26) menungkapkan, acara ini sangat bermanfaat bagi calon pengusaha kuliner sepertinya. Materi penyuluhan lebih mengedepankan ‘sharing’ sehingga dapat bertukar pikiran dengan para narasumber.

“Bagus sekali menurut saya. Bermanfaat biar kita (calon pengusaha) melakukan proses produksi sesuai ketentuan yang ada,” tutupnya. tjl

Komentar

News Feed