oleh

Cek Kebenaran Klaim Barbie Kumalasari Sebagai Advokat, Peradi Temukan Fakta Mengejutkan

Jakarta, faktapers.id – Selain artis dan pengusaha berlian, Barbie Kumalasari diketahui sebagai seorang advokat. Hal itu diucapkan Barbie dalam beberapa kesempatan ketika melakukan sesi wawancara.

Barbie mengaku bahwa dirinya adalah seorang advokat dan sudah memliki gelar Adv, dan juga terdaftar di Organisasi Kongres Advokat Indonesia (KAI).

Meski begitu, kebenaran dari profesi Barbie Kumalasari ini sempat dipertanyakan. Pasalnya, ketika melakukan pengecekan di website forlap.ristekdikti.go.id nama Barbie Kumalasari tercatat masih berstatus mahasiswa aktif.

Hal ini menimbulkan tanda tanya besar dan membuat pengurus dari Perhimpunan Advokat Indonesia mempermasalahkan keaslian dari profesi Barbie Kumalasari.

Klien dari Perhimpunan Advokat Indonesia yang diwakili oleh Kuasa Hukum Pitra Romadhoni pun ingin menguak kebenarannya. Tujuannya agar tidak berlarut menjadi kebohongan publik.

Pitra meminta pihak kepolisian untuk menyelidiki keaslian ijazah dari Barbie Kumalasari. Hal ini dilaporkan oleh Pitra berdasarkan data dari website Forlap Ristekdikti yang menyatakan Barbie Kumalasari masih berstatus mahasiswa aktif.

Pitra juga mengatakan bahwa di ijazah Barbie Kumalasari terdapat tulisan tangan dan ketika dicek di Dikti tidak ditemukan nomor ijazahnya. “Saya sudah mendapatkan ijazah, ijazah beliau dan itu ada tulisan tangan di ijazah tersebut dan itu kita cek nomor ijazah tersebut itu tidak ditemukan juga di Dikti,” kata Pitra.

Selain nomor ijazah yang tidak ditemukan, kartu keanggotaan atau yang menunjukkan bahwa ia benar seorang advokat pun berbeda dengan milik Pitra Romadhoni.

Pitra mendapatkan kartu anggota dari PERADI yaitu Perhimpunan Advokat Indonesia, sedangkan Barbie Kumalasari mengaku mendapatkan kartu tersebut dari Organisasi Kongres Advokat Indonesia.

Untuk menghindari kebingungan, klien Pitra Romadhoni yang juga pengurus Perhimpunan Advokat Indonesia menindaklanjuti hal ini agar diperiksa oleh Polda Metro Jaya. Jika Barbie Kumalasari terbukti berbohong atas profesinya sebagai advokat, ia bisa dijerat pasal dan bisa dihukum secara pidana.

Klien dari Pitra Romadhoni juga menginginkan skripsi dari Barbie Kumalasari untuk diselidiki oleh pihak Polda Metro Jaya. “Jika skripsi seseorang itu mengandung unsur copy paste ataupun plagiat itu bisa dicabut, bahkan itu ada ancaman pidananya diatur pada Pasal 70, ancaman pidananya 2 tahun penjara dan denda Rp 200 juta,” ujar Pitra.

Di samping itu, klien dari Pitra Romadhoni yang juga seorang advokat dan pengurus dari Perhimpunan Advokat Indonesia juga ikut buka suara.

“Barbie, mbak seorang perempuan yang cantik, bukan harus menciptakan sebuah kebohongan untuk mengangkat ekstabilitas diri, apakah kebohongan lagi ngetren? Tapi tidak harus seperti ini. Kalau kebohongannya tentang harta, segala macam kita nggak open, ini tentang profesi, profesi advokat itu bukan gampang,” jelasnya. Uaa (Grid)

Komentar

News Feed