oleh

Diduga Ada Penyelewengan Dana Desa, MCK Desa Keronjo Mangkrak

Tangerang, faktapers.id – Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa merupakan instrumen baru yang dikeluarkan oleh pemerintah pada tahun 2014 lalu, yang diikuti dengan PP Nomor 43 Tahun 2014 tentang peraturan pelaksanaan UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa dan PP Nomor 60 Tahun 2014 tentang Dana Desa, yang bersumber dari APBN.

Serta Peraturan Mendagri Nomor 113 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Keuangan Desa. Struktur pengelolaan telah diperjelas, begitu pun alur pengelolaan keuangan desa dan klarifikasi APBD desa. Sedangkan mengenai BUMDesa dari prioritas penggunaan dana desa telah juga diatur melalui peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Nomor 4 dan 5 Tahun 2015.

Dalam hal ini telah dirancang situs keuangan desa sebagai ruang berbagi bersama. Diharapkan situs ini mampu membantu memahami seluk beluk tata pengelolaan keuangan desa dan pada akhirnya mampu mendorong terbangunnya transparasi serta akuntabilitas pemerintah desa tersebut.

Namun lain hal yang terjadi di Desa Keronjo, Kecamatan Keronjo, Kabupaten Tangerang. Diduga pada anggaran dana desa tahun 2018 terjadi penyelewengan dana desa untuk pembangunan infrastruktur berupa 2 buah MCK di 2 lokasi berbeda. Di antaranya di Kampung Masjid RT 003/004 Desa Keronjo, yang mana pembangunan MCK tersebut belum terealisasi pada tahun 2018 dan pembangunan MCK tersebut harus sesuai dengan rencana anggaran biaya (RAB).

Berdasarkan pantauan faktapers, MCK yang bertempat di Kampung Masjid RtlT 004/003, sudah menjadi program dana Desa keronjo. Namun sayangnya pembangunan MCK tersebut mangkrak tidak terealisasikan. Dan pembangunan tersebut tidak dilaksanakan mengingat bahwa MCK itu sudah terealisasikan di tahun sebelum swakelola 2018.

Pembangunannya hanya dicat saja dan tidak pembuatan dari awal. Sedangkan papan informasi pembangunan dari awal. Diduga ada kecurangan dalam hal pembuatan MCK tersebut.

Saat faktapers.id mengonfirmasi pada Erwin, dari dinas di intansi Pemerintahan Kabupaten Tangerang mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti laporan itu.

Sememtara menurut salah satu warga yang tidak mau disebutkan namanya, menyebut, pembangunan MCK sudah lama selesai, dan sudah digunakan.
“DIkarenakan masalahnya bangunan sudah selesai diberikan papan pengumuman dan kemudian dicat seolah baru terbangun,” ucapnya kepada awak media, Selasa (23/7/19).

Sedangkan pada LKPJ Dana Desa Tahun 2018 laporan tersebut diduga fiktif, mengingat di tahun 2019 Desa Keronjo kembali menerima dana desa yang dianggarkan oleh APBN untuk pembangunan infrastuktur Desa Keronjo kecamatan keronjo.

“Bagaimana bisa dana desa tersebut kembali diterima Desa Keronjo, sedangkan pada tahun 2018 saja ada pembangunan alokasi dana desa yang mangkrak dan diperbarui seolah-olah bangunan ini masih baru. Padahal, bangunan ini sudah ada dari tahun kemarin hanya dicat dan dirapihkan oleh dana desa,” ungkap warga. Linda

Komentar

News Feed