Minggu, April 11, 2021
BerandaGerindara Merapat Koalisi, PKS Jadi Oposisi Bermartabat
Array

Gerindara Merapat Koalisi, PKS Jadi Oposisi Bermartabat

Jakarta, faktapers.id – Pertemuan Ketum PDIP Megawati Soekarno Putri dan Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang diatur Kepala  Badan Intelejen Negara (KABIN), Budi Gunawan, membuat ketidaknyamanan pihak yang khawatir tidak kebagian porsi.

“Saya dari PKS melihat pertemuan itu biasa saja dan ngga ada yang berlebihan. Karena itu hanya nostalgia antara Prabowo dengan Ibu Megawati,” ungkap anggota Fraksi PKS DPR RI, Aboebakar Alhabsi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (25/7/19).

Sambung dia, yang menarik adalah, siapa yang bermain dibalik layar,  yang sangat cantik mainnya baik dari peristiwa pertama dan kedua. “Tetapi itu bukan menagih janji Batu Tulis, ingin persiapan capres selanjutnya. Yang perlu dipahami adalah apapun jadinya, Gerindra merapat ke koalisi akan ada yang merasa kurang nyaman,” ujar Aboebakar.

Menurutnya, kekhawatiran pihak tersebut adalah takut ga kebagian gara-gara Gerindra masuk nanti ada yang kurang. “Ada yang takut kurang porsi dan apalagi nanti kalau PKB …” lanjut Aboebakar yang tak lagi melanjutkan kata-kata yang dimaksudnya.

Urai dia, sebenarnya di Badan Pemenangan Nsional (BPN) Capres-Cawapres 02, Prabowo – Sandi sudah selesai, selesai 28 Juni lalu dibubarkan. “Jadi udah nggak ada lagi koalisi dan silahkan  mengambil tindakan masing-masing,” ucap Aboebakar lagi.

Tetapi, papar dia, ada yang menarik dari pertemuan kemarin itu adalah,  siapa dibalik pertemuan itu. “Yang menyiapkan suasana makan siang pertemuan di MRT itulah kelebihan seorang Budi Gunawan,” jelas Aboebakar.

Ia pun menilai, Budi Gunawan seorang KABIN yang menyiapkan persiapan begitu indah,  cantik dan selesai. “Tapi tidak ada makan siang gratis lah. Yang dibawa itu Edhy Prabowo dan Ahmad Muzani, di sini yang dibawa Puan berarti  itu ada teka-teki silangnya lah, ini sisi  kemana , mau diisi kemana?,” pungkas Aboebakar.

Mau dikatakan tidak ada bagi-bagi apa dan sebagainys,  cetusnya, itulah fakta. “Simbol-simbol yang seperti nasi goreng dan bakwan tadi. Selanjutnya buat PKS,  dia akan tetap stabil saja, PKS akan berada di posisi oposisi yang bermartabat,” ungkap Aboebakar.

Terangnya, oposisi yang bermartabat adalah dia yang akan tetap menyuarakan suara kebenaran pemerintah akan didukung oleh PKS, yang pendekatan kepada kesejahteraan dan keadilan rakyat. “Tetapi begitu ada ketidakadilan atau tidak ada yang yaman untuk rakyat maka PKS paling terdepan untuk menolaknya,” cetus Aboebakar. Oss

 

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments