oleh

Industri Rumahan Mebel Kayu Ulin Pak Mun di Kubar Siap Layani Pesanan se-Indonesia

Kutai Barat, faktapers.id – Berbekal pengalaman masa lalu, mencoba peruntungan usaha bergerak di bidang mebel atau furniture ukir, berbahan kayu lokal berupa Ulin, Meranti, Bengkirai, Akasia, dan lainnya dengan motif ukiran Dayak dan ukiran Jepara.

CV Kutai Perkasa Mandiri (KPM) di Kampung Rejo Basuki (Mencimai), Kecamatan Barong Tongkok, Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Kalimantan Timur, sejak tahun 2000 silam hingga kini berkembang pesat.

“Perusahaan mebel kami bergerak dalam produksi perlengkapan rumah tangga. Mencakup semua barang seperti kursi, meja, lemari, daun pintu, serta pembuatan tembok kayu ukir,” urai pemilik perusahaan mebel CV KPM, H. Mundlofir yang akrab disapa Pak Mun, kepada wartawan di Sendawar, Selasa (30/7/19).

Pak Mun, pria yang lahir pada 60 tahun silam itu, sejak 20 tahun lalu piawai melihat peluang usaha dan perkembangan ekonomi selama 18 tahun terakhir. Meski bergerak dengan usaha home industry (industri rumahan), kini CV KPM mampu melayani kebutuhan mebel bagi pasar lokal Kubar bahkan keluar daerah, dengan omset puluhan juta rupiah per bulan.

Dia mengatakan, sebelumnya CV KPM telah mengeksplorasi (menjajaki) hasil-hasil seni asli lokal Kubar yang terdiri dari 6 etnis. Menurut Pak Mun, ternyata seni asli Kubar mampu dipadukan dalam karya seni ukir pada produk mebelnya.

“Mebel karya kami dengan ciri khas ukiran Dayak dan ukiran Jepara, menjadi nilai tambah atau nilai ekonomi plus. Dalam skala besar yang memesan mebel kami adalah perkantoran dinas, rumah ibadah, dan perusahaan. Skala kecil masyarakat menengah ke atas, hampir merata menyukai mebel kayu ukiran,” ungkapnya.

Mundlofir menambahkan, saat ini CV KPM baru bergerak membidangi bahan baku kayu. Khususnya bubut kayu, ukir Dayak, serta kusen pintu, dan mebel. Menurutnya, sebenarnya sangat banyak potensi alam di Kubar yang dapat dikembangkan berkaitan dengan bidang usaha mebel, di antaranya rotan.

“Ke depan kami akan mencoba memadukan mebel kayu kombinasi dengan anyaman rotan. Karena hal itu akan bisa dijangkau oleh masyarakat kalangan menengah ke bawah. Saat ini memang yang sangat diminati pangsa pasar yaitu mebel kayu ulin ukir,” urainya.

“Motif ukiran Dayak yang paling diminati pasar adalah mebel ulin dengan motif ukiran etnis Kenyah, Benuaq, Bahau, Tunjung, dan Aoheng,” tukasnya.

Bagi siapapun dan dimanapun berada, yang berminat dengan mebel berbahan kayu ulin motif ukiran Dayak dan ukiran Jepara, CV Kutai Perkasa Mandiri (KPM) di Kampung Rejo Basuki (Mencimai), Kecamatan Barong Tongkok, KabupatenKubar, siap melayani. Iyd

Komentar

News Feed