Rabu, April 14, 2021
BerandaINSA: Profit Margin 'Tipis', Pelayaran Nasional Belum Berdaya Saing
Array

INSA: Profit Margin ‘Tipis’, Pelayaran Nasional Belum Berdaya Saing

Jakarta, faktapers.id – Pertumbuhan sektor pelayaran Nasional relatif tumbuh moderat dalam beberapa tahun belakangan ini. Namun demikian, pelayaran nasional masih dihadapkan pada beberapa tantangan.

Hal itu diungkapkan oleh Ketua Umum DPP Indonesian National Shipowners’ Association (INSA), Carmelita Hartoto kepada Harian Fakta Pers dan faktapers.id, Jumat (19/7/19) di Kantor DPP INSA, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Menurut Carmelita yang juga kerap disapa Memey, tantangan yang dialami pelayaran nasional kini adalah masih tingginya bunga bank terhadap industri pelayaran nasional yakni sekitar 11-14 persen dan dengan tenor yang pendek.

“Profit margin pelayaran nasional hanya satu digit. Margin laba masih tipis, karena freight itu hanya berkisar 19 persen dari total keseluruhan biaya logistik. Ini yang kemudian yang membuat pelayaran nasional belum berdaya saing,” ungkap Memey.

Di sisi lain, Memey berpendapat bahwa pihaknya masih memiliki pekerjaan rumah (PR) yang cukup berat yakni terkait bagaimana meningkatkan jumlah muatan dari Timur ke Barat Indonesia.

“Peningkatan jumlah muatan dari timur ini perlu didorong dengan peningkatan jumlah industri di timur. Bisa saja dengan cara memberikan insentif bagi investor yang mau membangun industri di timur,” tuturnya.

Dengan tumbuhnya jumlah muatan dari timur, sambung Memey, maka sedikitnya akan berdampak pada efisiensi biaya logistik, karena kapal tidak mengalami kekososngan muatan saat balik dari Timur Indonesia.

“Peningkatan muatan ini sangat bergantung dari kondisi ekonomi nasional kita. Dengan pertumbuhan ekonomi yang berkisar 5 persen, maka sektor kontainer akan tumbuh pada sekitaran angka yang sama,” tambahnya.

Upaya INSA

Dalam ekonomi maritim, pelayaran merupakan lokomotif cluster bisnis lainnya. Sedikitnya 18 cluster bisnis yang terdampak dari tumbuh kembangnya industri pelayaran, misalnya industri galangan kapal, sekolah SDM perwira pelayaran, logistik dan lainnya.

Pelayaran juga berperan strategis dalam kegiatan logistik, yang dengan secara otomatis juga berperan besar dalam keberlangsungan dan pemerataan ekonomi di daerah.

Oleh sebab itu, INSA sebagai organisasi pengusaha pelayaran, selama ini selalu berkomitmen untuk mensukseskan program nawacita pemerintah, salah satunya program Tol Laut.

“Kami (INSA) juga menjadi partner pemerintah untuk urun gagasan dalam memajukan ekonomi maritim kita, khususnya dari sektor angkutan laut,” pungkas Memey. Kls

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments