oleh

Kalbar Masih Tunggu Kejelasan Jadi Lokasi Ibu Kota Baru Indonesia

Jakarta, faktapers.id – Harga tanah di Kalimantan Barat (Kalbar) belum menunjukkan lonjakan yang signifikan, kendati disebut sebagai salah satu kandidat lokasi baru ibu kota negara. Ketua DPD Persatuan Perusahaan Real Estate Indonesia (REI) Kalbar, Isnaini mengatakan, belum adanya lonjakan harga tanah lantaran belum menguatnya informasi yang menyebut Kalbar sebagai ibu kota negara.

Selain itu, beberapa waktu lalu Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga meninjau sejumlah lokasi di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur, bukan ke Kalbar. “Saya (juga) belum dapat info tersebut (Kalbar jadi ibu kota). Kalau (harga) tanah untuk keperluan pengembang perumahan, belum ada lonjakan drastis,” ujar Isnaini, seperti dilansir Kompas.com, Rabu (3/7/19).

Namun demikian, dia tetap berharap, pemerintah pusat menjatuhkan hatinya untuk memilih Kalbar sebagai ibu kota negara. Karena Kalbar merupakan satu di antara sedikit daerah yang relatif aman dari gempa bumi dan tsunami.

Selain itu, tanpa menyebut daerah mana di Kalbar yang potensial menjadi pusat pemerintahan, dia memastikan masih banyak lahan-lahan kosong yang bisa dibangun menjadi kota baru. “Harapan kita, pengusaha daerah bisa terlibat membangun infrastruktur khususnya di properti,” ucapnya.

Sebelumnya, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro menggelar pertemuan membahas pemindahan Ibu Kota Negara, Senin (6/5/19). Pertemuan terkait pemindahan Ibu Kota Negara berlangsung di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

Pertemuan itu mengundang sejumlah kepala daerah yang wilayahnya masuk dalam pertimbangan menjadi ibu kota negara baru. Kepala daerah yang diundang yakni Gubernur Kalimantan Tengah, Gubernur Kalimantan Timur, Gubernur Kalimantan Barat dan Gubernur Sulawesi Barat. Keempat daerah menyatakan siap jika wilayahnya dipilih sebagai Ibu Kota baru.

Wacana permindahan Ibu Kota Negara menguat setelah pada akhir April lalu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan memindahkan Ibu Kota Negara ke luar Jawa. Namun, hingga saat ini pemerintah masih mengkaji lokasi ibu kota baru. fp01 (Kompas)

Komentar

News Feed