Rabu, April 14, 2021
BerandaKasus Pemukulan Hakim di PN Jakpus, Vice President KAI Minta Advokat Jaga...
Array

Kasus Pemukulan Hakim di PN Jakpus, Vice President KAI Minta Advokat Jaga Kehormatan dan Martabat Profesi

Jakarta, faktapers.id – Vice President Kongres Advokat Indonesia (KAI) Adv. Toni Sastra Jaya, SH., MH., CIL menyayangkan dan mengecam tindakan seorang oknum pengacara yang memukul Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Kamis (18/7/19).

Kejadian pemukulan yang dialami Hakim PN Jakpus, yang dilakukan oleh seorang pengacara yang diketahui merupakan pengacara pengusaha Nasional sebagai pihak penggugat, yang mana pada saat Majelis Hakim membacakan Putusan No. 223/Pdt.g/2018/PN Jakarta Pusat, tiba-tiba pengacara pihak penggugat berdiri dan menyerang majelis hakim yang sedang membaca putusan tersebut.

Vice President KAI, Toni Sastra Jaya, S.H., M.H., CIL.

Menurut Toni, tindakan yang dilakukan oknum pengacara tersebut telah menjatuhkan martabat profesi advokat yang merupakan profesi terhormat dan bermartabat di Indonesia.

Tindakan yang dilakukan oleh oknum pengacara tersebut tidaklah etis dan tidak menghormati proses hukum acara yang ada di Indonesia, karena tindakan tersebut secara tidaklah dilakukan oleh pengacara yang mengerti hukum dan sadar hukum karena masih ada upaya hukum lagi dan hal tersebut telah dipelajari pada saat mengikuti Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA),” ujar dia.

Tosa panggilan akrab Toni Sastra, meminta pihak kepolisian untuk menindak tegas perbuatan yang dilakukan oknum pengacara tersebut, karena tindakan itu sangat menodai marwah dari profesi advokat itu sendiri,” tegas Tosa.

Hal senada disampaikan oleh Dewan Pembina Lembaga Bantuan Hukum Tosa (LBHT) Jakarta Barat, H. Umar Abdul Aziz, S.Pd., S.H. Umar mengatakan, profesi advokat adalah profesi yang menjunjung tinggi nilai-nilai kode etik.

Dewan Pembina LBHT Jakarta Barat, H. Umar Abdul Aziz, S.Pd., S.H.

Semua advokat, kata Umar, tentunya sudah disumpah untuk bekerja sesuai dengan Perundangan yang ada.

“Saya berharap tidak ada lagi kejadian yang serupa, di mana ini menjadi preseden buruk bagi dunia hukum bila terulang. Mestinya bila advokat tidak puas terhadap putusan hakim, masih banyak upaya-upaya yang dapat ditempuh,” kata Umar kepada faktapers.id, Kamis (18/7/19) malam. Ilham

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments