Rabu, April 14, 2021
BerandaKalimantanKonservasi Hutan untuk Masa Depan, Bupati dan Wabup Kubar Tanam Pohon di...

Konservasi Hutan untuk Masa Depan, Bupati dan Wabup Kubar Tanam Pohon di Hemaq Beniung

Kutai Barat, faktapers.id – Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup se-Dunia, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya mengajak masyarakat berupaya mengendalikan kondisi alam, guna menekan polusi udara.

Dalam sambutan tertulisnya dibacakan oleh Bupati Kubar FX Yapan, Siti Nurbaya mengatakan dibidang kehutanan, Kementerian LH dan Kehutanan pada 2019 ini menargetkan penaman pohon seluas dilahan 207 ribu hektare. Hal itu dalam rangka menjaga kualitas udara, air, tanah dan ekosistem bumi.

“Tema HLH tahun ini yaitu ‘Mendalikan Polusi Udara, secara nasional yaitu ‘Biru Langitku, Hijau Bumiku’ yang menggambarkan upaya menata bumi. Kita harus meneguhkan niat untuk menjaga lingkungan.

“Kami mengajak seluruh lapisan masyarakat dapat mendukung program penanaman 25 tahun seumur hidup,” papar Bupati FX Yapan membacakan sambutan Menteri Siti Nurbaya pada Apel Bersama memperingati HLH 2019 dilapangan sepak bola Kampung Juaq Asa, Kecamatan Barong Tongkok, Jumat (26/7/19).

Masih di hari yang sama, guna mendukung program Lingkungan Hidup, Bupati FX Yapan bersama Wakil Bupati H Edyanto Arkan menyempatkan diri menanam pohon di Hutan Adat Hemaq Beniung, Kampung Juaq Asa.

Dalam kesempatan itu atas nama Pemkab Kubar, Bupati mengingatkan masyarakat agar terus mencintai lingkungan hidup, yakni dengan melestarikan Bumi Tanaa Purai Ngeriman.

“Agar masyarakat dapat hidup sehat dan menjaga bumi demi kelangsungan anak cucu kita dengan mengurangi sampah plastik, bahan kimia serta polusi air dan udara,” ungkapnya.

Dia menghimbau agar masyarakat mengantisipasi sampah di lingkungan masing-masing. Bupati menekankan agar Dinas Kebersihan berperan aktif mengatasi semua pihak agar tidak membuang sampah disembarang tempat.

“Misalnya, penumpang taksi jangan membuang sampah sembarangan,” urainya.

“Terkait Hutan Adat Hemaq Beniung , memiliki Surat Keputusan (SK) dari Presiden RI dan Menteri LH dan Kehutanan. Maka dari itu kita harus memelihara dan melindungi serta menanam pohon-pohon yang produktif yaitu pohon ekspor,” ungkap Bupati .

Dijelaskannya, saat ini Pemkab Kubar telah membuat program untuk penanaman pohon mendukung Program LH yakni menghijaukan. Selanjutnya untuk Taman Kota Sendawar akan dibuatkan Taman Baca.

“Saya minta seluruh elemen masyarakat agar menjaga lingkungan termasuk sampah-sampah plastik,”tegasnya.

Terkait Hutan Adat Hemaq Beniung, Wabup Edyanto Arkan menegaskan, hutan adat yang juga hutan lindung kampung itu, merupakan kesepakatan masyarakat milik komunal yang harus ditaati ketentuan-ketentuannya oleh masyarakat.

“Hutan Adat ini tidak boleh dimanfaatkan untuk ekplorasi kegiatan produksi ekonomi. Tetapi boleh dimanfaatkan untuk kegiatan wisata, sosial dan penelitian,” ucapnya.

“Kedepan rencana Pemkab Kubar akan mengembangkan Hemaq (Rimba) Pasek dan beberapa Hemaq yang masih diusulkan. Ini merupakan kearifan kita untuk menjaga hutan agar lebih lestari kedepan,” pungkas Wabup.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kubar, Ali Sadikin mengatakan bahwa pada acara itu dilakukan penanaman sekitar 600 bibit pohon berjenis lokal.
“Contoh Ulin, Keramuq, Ridatn, Gitatn, Meranti, Bengkirai rambutan serta lainnya,” bebernya.

Ali Sadikin menambahkan, Hutan Adat yang disetujui oleh Menteri Lingkungan Hidup yakni di Kabupaten Kubar, merupakan pertama kali di Provinsi Kalimantan Timur pada 2019. “Kita harus menjaga dan mengayakan, dan untuk perawatan yakni dirawat oleh Masyarakat Adat, dilindungi oleh adat dan sudah disetujui oleh Menteri LH,” paparnya.

“Penanaman pohon merupakan keperdulian Pemkab Kubar, terutama Bapak Bupati FX Yapan terhadap konservasi alam. Saya imbau agar masyarakat menjaga lingkungan, antisipasi kegiatan yang mengarah ke bencana kebakaran. Terutama dalam pembukaan lahan,” tandas Ali Sadikin. Iyd

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments