oleh

Pembangunan Puskesmas Rawat Inap Ulak Muid Tiga Tahun Mangkrak, Warga Mengeluh

Melawi, faktapers.id – Juhnya jarak tempuh dari pusat pelayanan kesehatan yang dirasakan oleh seluruh masyarakat Kecamatan Tanah Pinoh Barat, maka tidak heran jika warga bereaksi keras mempertanyakan pembangunan Puskesmas Rawat Inap Ulak Muid Tanah Pinoh Barat yang dibangun melalui pihak ketiga, CV Cahaya Sari.

Pasalnya, masyarakat Kecamtan Tanah Pinoh Barat merasa kurang puas dengan pembangunan puskesmas yang hingga kini belum bisa dimanfaatkan alias terkesan mangkrak.

PD Gerakan Nasional Pencegah klKorupsi (GNPK- RI ) Kabupaten Melawi, Sukiman menyampaikan, keluhan yang terjadi pada masyarakat Desa Ulak Muid. Dia mengatakan, saat mau berobat harus ke Kota Baru Tanah Pinoh, dan yang lebih memprihatinkan bagi masyarakat yang kurang mampu.

“Oleh karena itu, warga berharap kepada pemerintah terkait untuk meminta pertanggungjawaban kepada CV Cahaya Sari terkait pembangunan tersebut, terlebih kepada Kepala Dinas Kesehatan agar secara serius menyelesaikan pembangunannya, karena sarana kesehatan di Ulak Muid memang sangat urgensi,” kata Sukiman kepada faktapers.id.

Sukiman menyesalkan pembangunana yang sudah tiga tahun, namun terbengkalai dan tidak ada tindak lanjut dari pemerintah terkait.

Yahya, warga Desa Ulak Muid mengatakan, masyarakat juga mulai kesal dengan para medis, dokter, bidan, perawat yang bertugas di Puskesmas Tanah Pinoh Barat, karena jarang masuk ke tempat tugasnya. Seperti yang terjadi di Desa Ulak Muid sebagai desa yang terletak di kota kecamatan.

“Yang lebih parah, saat warga mau berobat harus ke Puskesmas Kota Baru dan harus memakan biaya yang besar. Padahal kalau berobat di Ulak Muid paling hanya buat biaya perobatan saja, dan tidak ada biaya transportasi,” ujar Yahya saat melalui pesan singkat.

Selain pembangunan gedung yang terbengkalai, warga juga meminta kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Melawi agar mengevaluasi tenaga kesehatan Puskesmas Ulak Muid demi kelangsungan pelayanan.

“Kami tidak mengharapkan dokter harus nginap di Ulak Muid, tapi paling tidak dia seminggu 3 hari masuk, biar kami tahu jadwalnya untuk berobat ke dokter. Sementara yang selalu aktif masuk hanya perawat magang, mana yang pegawainya? Kalau yang magang juga tidak masuk kerja, maka puskesmas itu pun tidak buka. Jadi kami kecewa sekali terhadap pelayanan kesehatan di Tanah Pinoh Barat, yang tidak ada artinya sama sekali.

“Fisik puskesmas ini pun belum selesai dikerjakan, fasilitasnya juga sangat minim. Mau beli obat saja, kami di kasih hanya obat gratis yang tidak berkhasiat. Terus kemana peran dokter yang bertugas dan Kepala Puskesmas di Tanah Pinoh Barat itu? Kini kami berada di daerah terpencil di tambah pelayanan kesehatan tidak maksimal,” ujar Sukan dan Yahya. Abd

Komentar

News Feed