oleh

PKS: Jadi Oposisi Kritis dan Konstruktif adalah Mulia

Jakarta, faktapers.id – Dalam demokrasi akan sehat bila ada check and balance sistem. Karenanya, oposisi jangan dibenturkan dengan sistem presidensial.

Hal itu diutarakan anggota Fraksi PKS MPR RI, Mardani Ali Sera pada Diskusi Empat Pilar MPR bertajuk “Demokrasi Pancasila, Rekonsiliasi Tak Kenal Istilah Oposisi?” di Media Center/Pressroom, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (1/7/19).

“Kita paham sistem kita presidensial. Ketika presidensial maka sebutan pemerintah dan oposisi tidak ada secara tekstual, tetapi kami memaknai bahwa demokrasi itu akan sehat kalau selalu ada check and balance sistem,” ujarnya.

Oleh Karena itu, sambung Mardani, oposisi yang dimaksud disini jangan dibenturkan teori Ketatanegaraan di sistem presidensial.

“Kami di PKS khususnya akan memutuskan tentu melalui mekanisme musyawarah majelis syuro. Tetapi saya pribadi mendapat banyak masukan dari pendukung PKS dan pendukung Prabowo hendaklah seluruh koalisi 02, bertransformasi menjadi kekuatan oposisi yang kritis dan konstruktif. Saya pribadi sangat setuju untuk kesehatan demokrasi,” tegasnya.

Menurutnya, Jokowi sudah 60 persen lebih hitung-hitungannya, walaupun penetapan KPU nanti belum untuk pemilihan legislatif (Pileg) belum. “Pileg lagi mulai sidang sengketa hasil perolehan suara. 60 persen besar, biarkan Pak Jokowi dengan 60 persennya mendapat mandat lima tahun,” serunya.

Lanjut Mardani, transformasi Koalisi Adil Makmur menjadi kekuatan penyeimbang yang mengontrol jalannya pemerintahan. “Tentu dalam ketatanegaraan kita ada teknologi eksekutif dan legislatif. Di legislatif kita ada kekuatan controlling, tapi controlling di legislatif berbeda ketika kita mencoba untuk menerapkan menjadi kekuatan penyeimbang bagi pemerintah,” cetusnya.

Menjadi oposisi yang kritis dan konstruktif, tambah Mardani, adalah pekerjaan mulia, adalah pekerjaan menjaga kepentingan publik, akan menjadi sangat sehat bagi demokrasi. “Ketika ada pemerintah yang efektif tetap didukung dikontrol oleh oposisi yang kritis dan konstruktif,” pungkas dia. oss

 

 

Komentar

News Feed