Sabtu, April 17, 2021
BerandaSPBU Km 62 Tol Jakarta-Cikampek Diduga Mencurangi Konsumen di Mesinnya
Array

SPBU Km 62 Tol Jakarta-Cikampek Diduga Mencurangi Konsumen di Mesinnya

Jakarta, faktapers.id – Kecurangan dalam pengisiin BBM oleh SPBU sering dikeluhkan masyarakat, yang kerap dilakukan oleh oknum SPBU yang tak bertanggung jawab terhdapap konsumen hanya mementingkan keuntungan pribadi saja.

Kali ini indikasi kecurangan pengisian oleh SPBU terindikasi “nakal” melakukan kecurangan, dialami langsung oleh seorang sopir travel di SPBBU Km 62 , Tol Jakarta Cikampek, Kamis (11/7/2019).
Sang sopir yang  membawa tim Media  Fakta Pers Group dipimpin Umar Abdul Azis dari keliling Jawa dalam rangka wisata religi. Pada malam Rabu (11/7/2019) sekitar pukul 02:00 dinihari melakukan pengisiin BBM di SPBU Km 62 tersebut.

Ia pun mengisi solar, dilayani petugas SPBU bernama Imam, yang mana tertera di mesin SPBU sebanyak 345 liter dengan pembayaran Rp.177.000.

Sopir yang selalu melintas di tol Jakarta – Cikampek dan sering mengisi BBM di SPBU tersebut kemudian mengungkapkan telah mendapat banyak info bahwa di SPBU Km 62 tersebut terindikasi kecurangan di mesinnya. Dikatakannya dalam perhitungan antara jumlah liter yang keluar di mesin SPBU tidak sesuai dengan nominal pembayaran.

“Meskipun jumlah pengisin solar melonjak tinggi 345 liter dengan nominal pembayaran Rp.177.000. Walau seperti itu, tapi ini tidak masuk akal, mesinnya bisa diseting. Saat ditanya petugasnya beralasan mesin eror,” katanya.

“Kalaupun eror, tapi kenapa tidak cepat diperbaiki. Patut diduga kecurangan dibuat di mesin SPBU nya,”ujar mempertanyakan.

Menurutnya, akibat ulah SPBU yng curang juga menjadi resikonya sebagai driver travel. Sebabnya saat klaim ke perusahaan dirinya bisa dicurigai dianggap ada permainan sopir ke SPBU.

“Secara tidak langsung jika mengisi BBM di SPBU Km 62, sopir lainnya juga akan dirugikan,” sebutnya.

Ia pun berharap “kenakalan” SPBU Km 62 tol Jakarta Cikampek terindikasi melakukan kecurangan kepada konsumen dengan menyeting mesin segera ditegur dan diambil tindakan oleh pemerintah melalui instansi terkait. Agar tidak banyak konsumen yang menjadi korbannya. uaa

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments