oleh

Ijin diumbar, DPRD Geram

Bali, faktapers.id – Keluarnya ijin salah satu hotel yang berada di kawasan wisata Ubud. Bali. Menuai polemik, bukan saja dari warga yang ada di seberang sungai. Anggota Dewan Provinsi Bali. I Nyoman Tirtawan juga angkat bicara. Anggota Dewan dari Partai Nasdem malah mempertanyakan keluarnya ijin Hotel yang jadi keluhan warga. Khususnya warga Badung yang menjadikan tukad Ayung sebagai sumber mata pencaharian mereka.

Pasalnya, bangunan hotel yang sedang dalam pengerjaan. Di duga melebihi batas sehingga menjorok ke bibir sungai. Seperti terlihat dalam poto ( red ).

Di konfirmasi terpisah dari pihak MK ( Manajemen Kontruksi ). Manajemen Hotel Impiana di lokasi proyek, Rabu ( 7/8/19 ). Made. kertayasa menjelaskan pada Fakta pers.id. sesuai aturan, pihaknya sudah mengantongi semua perijinan, sehingga berani melakukan pembangunan.

“Kita sudah memenuhi semua persyaratan,baik ijin serta IMB, dan kita sudah mengurus ijin sampai ke BWS Bali Penida,” jelas Made Kertayasa.

Namun tak demikian dengan Nyoman Tirtawan. Vokalis DPRD Provinsi Bali ini malah mempertanyakan ijin yang di keluarkan oleh Dinas Perijinan Kabupaten Gianyar. Malah dengan tegas, Tirtawan mengatakan instansi terkait, yaitu Dinas Perijinan sudah lepas kontrol dalam memberi ijin. Apalagi tanpa pengawasan yang ketat di lapangan. Gundukan tanah yang sampai ke pinggir bibir sungai membuat Tirtawan meradang.

“Jika ini dibiarkan, hancur alam Bali,” jelasnya.

Tirtawan malah mendorong agar proses pemberian ijin hotel tersebut agar di telusuri. Malah dengan tegas Tirtawan mengatakan agar pemberi ijin agar di tindak tegas. Karena akan merusak alam Bali. Padahal di satu sisi, pemerintah Provinsi Bali lagi gencar-gencarnya melestarikan alam Bali. Dengan slogan ” Nangu Sat Kerthi Loka”.

Terkait rekomendasi dari pihak BWS Bali Penida. Kepala Balai Wilayah Sungai Bali Penida. Airlangga Mardjono, ST. MT pada fakta mengatakan, prihal ijin atau rekomendasi, untuk pembangunan yang ada di bibir sungai atau pantai, pihaknya akan melakukan pengecekan dulu.

” Seharusnya ada pihak pengembang melakukan sosialisasi dulu ke masyarakat,” singkatnya melalui WA.
Ans

Komentar

News Feed