Minggu, Juli 25, 2021
BerandaKapasitas Menristekdikti Disoal Pimpinan DPR
Array

Kapasitas Menristekdikti Disoal Pimpinan DPR

Jakarta, faktapers.id – Menteri Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir wacanakan undang rektor asing untuk pimpinan Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Menyoal hal ini, Wakil Ketua persoalkan kapasitas Kemendikti.

Untuk meningkatkan kualitas PTN di Indonesia, menurut Fahri, Menristekdikti mestinya mempunyai formulasi program kerja yang bisa Ia koordinasikan dengan rektor-rektor kampus dalam negeri.

“Sampeyan jadi menteri apa kerjaannya? kita ini membentuk kabinet dan memilih sebagai menteri, kan kita anggap dia jago membereskan itu,” ujarnya di Jakarta, Kamis (1/8/19).

Menyinggung Badan Usaha Milik Negara yang gagal dipimpin orang asing, Fahri berpendapat, ‘lempar handuk’ dalam mencapai gol bukan hal yang tepat.

“Ini kan sebenarnya kayak mau buang badan terus. Gagal membuat BUMN kita kelas dunia cari CEO asing, gagal membuat kampus menjadi kelas dunia, cari rektor asing,” ungkap pimpinan DPR Koordiantor Bidang Kesejahteraan Rakyat (Korkesra).

“Kalau begitu caranya nanti naikin saja ke atas, jangan-jangan kita nggak sanggup jadi presiden juga, nyari orang asing jadi presiden,” pungkas Fahri lagi. Ia pun berharap, pemerintah lebih percaya pada sumber daya manusia dalam negeri dan mengoptimalkannya.

“Kayak nggak sanggup. Sanggup kita. Apa yang kita nggak sanggup, Bos? Iya kan?” cetus legislator PKS dari daerah pemilihan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Sebelumnya, Menristekdikti berencana mengundang rektor dari luar negeri untuk memimpin PTN yang paling siap. Wacana ini guna meningkatkan ranking perguruan tinggi dalam negeri agar bisa menembus peringkat 100 besar dunia.

“(Kita nanti tantang calon rektor luar negerinya) kamu bisa tidak tingkatkan ranking perguruan tinggi ini menjadi 200 besar dunia. Setelah itu tercapai, berikutnya 150 besar dunia. Setelah ini 100 besar dunia. Harus seperti itu. Kita tidak bisa targetnya item per item,” kata  Nasir sebagaimana dilansir Setkab, Rabu (31/7/19). Oss

 

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments