Sabtu, April 17, 2021
BerandaKapolri Tito Jadi Penguji Sidang Doktor Irjen Boy Rafli
Array

Kapolri Tito Jadi Penguji Sidang Doktor Irjen Boy Rafli

Bandung, Faktapers.id – Kapolri Jenderal Tito Karnavian menjadi penguji dalam sidang doktor Ilmu Komunikasi terhadap Irjen Boy Rafli Amar yang saat ini menjabat Wakalemdiklat Polri, digelar di Universitas Padjajaran Jatinangor.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian bersalaman dengan Irjen Pol Boy Rafli

Kapolri Tito Karnavian menjadi penguji tamu dalam sidang Irjen Pol Boy Rafli Amar dengan disertasi yang berjudul “Integrasi Manajemen Media Dalam Strategi Humas Polri Sebagai Aktualisasi Promoter”.

Irjen Boy Rafli Amar tercatat sebagai mahasiswa pasca sarjana Ilmu Komunikasi UNPAD dengan nomor mahasiswa 210130140034.

Irjen Pol Boy Rafli dihadapan penguji

Dalam orasi ilmiah, mantan Kapolda Papua ini memaparkan disertasinya bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis manajemen media polri dalam merespon dan membentuk opini publik, peran divisi humas sebagai pengelola manajemen media, implementasi cyber Public Relations Polri dan integrasi manajemen media dalam strategi humas Polri.

“Disertasi ini merupakan studi kasus implementasi manajemen media sebagai salah satu program prioritas Kepolisian Negara Republik Indonesia. Pendekatan studi kasus digunakan untuk menjelaskan secara komprehensif suatu organisasi dan program yang dikembangkan oleh institusi Polri,” sebutnya saat membacakan orasi ilmiah.

Mengenai pengumpulan data, lulusan Akademi Kepolisian 88 memperoleh melalui wawancara mendalam dengan informan yang memenuhi kriteria penelitian dan pengamatan partisipatif.

Menurutnya pengalaman interaksi publik bersama polisi dapat memberikan kontribusi besar bagi bangunan citra yang dimiliki oleh petugas kepolisian. Semakin positif pengalaman publik bersama polisi, maka semakin positif pula citra petugas di mata publik.

“Namun tidak dapat kita pungkiri, kinerja petugas kepolisian sering diterpa kritik tajam dari masyarakat. Kritik tersebut lahir karena adanya harapan publik tentang sosok petugas kepolisian yang memiliki karakter sempurna dan dapat menjadi manusia ‘super’ pelindung masyarakat. Publik menginginkan polisi menjadi pahlawan yang selalu siap menjawab tantangan yang hadir di masyarakat,” terangnya.

Isi disertasi Boy Rafly  juga memberikan beberapa catatan, diantaranya menjadikan setiap anggota Polri menjadi agen kehumasan, dalam proses interaksi polisi dan masyarakat, dapat berperan menjadi news maker dalam menampilkan kinerja positif di mata publik yang didukung dengan semangat profesionalisme dan bersikap simpatik serta humanis.

Polri perlu mendorong prakarsa publik menciptakan etintas kecerdasan melalui budaya literasi, pos gagasan (Polisi Optimis Sukses dengan Gagasan).

Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan tim penguji lainnya bersama Irjen Pol Boy Rafli

Mewujudkan Polisi yang humanis dalam memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat dan menciptakan anggota Polri yang SMART (Sigap Mengelola Aspek Rasional Teknologi).

Dan terkahir dalam mewujudkan aktualisasi postur Polri yang profesional, modern dan terpercaya (promoter), perlu mewujudkan anggota Polri yang memiliki kualifikasi PRIMA (profesionalisme, responsif, integritas, modern dan adaptif).

Dalam sidang Irjen Boy Rafli, ada sembilan penguji disertasi jendral bintang dua tersebut diantaranya Dr. Dadang Rahmat Hidayat, S.Sos.,SH.,M.Si.,  Dr. Dadang Sugiana, M.Si., Prof. Deddy Mulyana, MA.,Ph. D, Dr. Edwin Rizal, M.Si., Dr. Atwar Bajari, M.Si., Dr. Ninis Agustini Damayani, M.Lib., Dr. Siti Karlinah, M.Si., dan Jendral Pol. Prof. H.M. Tito Karnavian, M.A., Ph.D. Uaa

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments