oleh

Kepala Kemenag Minta Guru Agama di Melawi Harus Profesional

Melawi, faktapers.id – Untuk meningkatkan kualitas pendidikan di bidang agama, tiga puluh guru agama Kristen berkumpul di Hotel Cantika Nanga Pinoh, Kamis (1/2/19), dalam rangka mengikuti Rapat Koordinasi Tenaga Kependidikan Kristen Tahun 2019.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Melawi Abdulbar, Penyelenggara Kristen Roni, dan para Pejabat Eselon IV Kantor Kemenag Kabupaten Melawi.

Dalam laporannya Ketua Panitia Fazli Aminuddin  mengatakan bahwa guru merupakan ujung tombak dalam mewujudkan keberhasilan dalam pengembangan dan peningkatan mutu sekolah sekaligus peningkatan kualitas pendidikan agama Kristen demi keberhasilan siswa di masa depan

“Maka diharapkan guru harus berani mengambil keputusan yang positif untuk arah dan sasaran bagi pendidik untuk generasi penerus masa depan bangsa,” kata Fazli.

Menurutnya, untuk mencapai maksud dan tujuan serta hasil yang diharapkan dari kegiatan itu agar peserta dapat memahami tentang kebijakan Kemenag tentang pendidikan agama dan keagamaan.

” Dapat memahami kebijakan Kemenag dalam menata pendidikan agama dan keagamaan serta dapat memahami implementasi pengolahan data melalui sistem simpatika,” ujar dia.

Sementara itu, Abdulbar mengatakan, seorang guru harus memiliki empat kompetensi yaitu, pedagogik, kepribadian, profesional dan kompetensi sosial.

“Pertama, kompetensi pedagogik adalah kemampuan pemahaman terhadap peserta didik, perancangan, dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar, dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya. Kedua, Kompetensi Kepribadian adalah kemampuan personal yang mencerminkan kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa, menjadi teladan bagi peserta didik, dan berakhlak mulia.

“Ketiga, kompetensi profesional adalah penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam, yang mencakup penguasaan materi kurikulum mata pelajaran di sekolah dan substansi keilmuan yang menaungi materinya, serta penguasaan terhadap struktur dan metodologi keilmuannya. Keempat, kompetensi sosial adalah kemampuan guru untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik, tenaga kependidikan, orang tua/wali peserta didik, dan masyarakat sekitar,” jelasnya.

Lebih lanjut, orang nomor satu di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Melawi  itu menekankan bahwa selain harus professional, sebagai guru agama Kristen juga harus mempunyai kompetensi religius.

“Seorang guru agama harus membangun budaya religius dalam hidupnya karena ia menjadi contoh dan teladan bagi yang lain terutama bagi peserta didiknya. Saya mengapresiasi para guru yang dengan tekun dan semangat mendengarkan pengarahan yang disampaikan, berarti sepulang nanti semua yang didengarkan akan menjadi bahan yang disampaikan ke para murid. Skn

Komentar

News Feed