Sabtu, April 17, 2021
BerandaMenhub resmikan kapal RS Terapung
Array

Menhub resmikan kapal RS Terapung

Jakarta, faktapers.id – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meresmikan pengoperasian Kapal Rumah Sakit (RS) Terapung di pelabuhan Kalianget, Sumenep, Madura Jawa Timur, pada Kamis (15/8) sore. Menhub bersama Menkes Nilla F Moeluk, didampingi gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Dirut PT. Pelni Insan Purwarisya L Tobing dan Dir Armatek PT Pelni Tukul Harsono

“Pengoperasian Kapal Rumah Sakit (RS) Terapung adalah untuk melayani masyarakat di kepulauan terpencil yang ada di perairan Sumenep dan sekitarnya,” kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat melepas pengoperasian kapal RS Terapung KM Gandha Nusantara 1 dan 2 di Pelabuhan Kalianget Sumenep, Madura, Kamis (15/8).

Menurut Menhub, apa yang dilakukan ini tentunya menjadi bagian dari visi dan misi Presiden yaitu untuk mewujudkan konektivitas.

“Artinya menghubungkan pulau-pulau di Indonesia termasuk Madura di dalamnya. Sehingga masyarakat di pulau-pulau terpencil itu merasakan kesejahteraan yang sama baiknya, pun begitu dengan
layanan kesehatan,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatangan MoU dan perjanjian kerja sama antara Kemenhub, Kemenkes dan Pemerintah Jawa Timur.

Dikatakan, ide kapal RS terapung ini sendiri adalah agar sebuah kapal tidak hanya mempunyai fungsi transportasi, namun juga dapat sebagai rumah sakit.

“Angkutan ini memang tidak bisa 24 jam, mereka biasanya jalan pagi dan sore hari bisa difungsikan. Jadi pagi-pagi mereka berjalan dua, tiga sampai empat jam. Siang hari dikala ombak tinggi, mereka berlabuh di pulau-pulau kecil itu. Dan di situ lah fungsi rumah sakit itu berjalan. Selama perjalanan itu, kita ada 30 penumpang yang ada di sana, paling tidak ada suatu interaksi antara dokter dan masyarakat. Terjadilah penyuluhan dan sebagai kapal rumah sakit kita mendapatkan bantuan dari para pihak, juga dilengkapi dengan kamar operasi,” kata Menhub.

Menhub mengungkapkan, kapal-kapal rede di Jawa Timur ini akan menjadi pilot project bagi daerah-daerah lainnya dimana difungsikan kapal rumah sakit yang juga punya fungsi transportasi.
Dipilihnya Jawa Timur sebagai pilot project pengoperasian kapal RS Terapung, karena merupakan provinsi yang sangat kompeten.

“Setelah Jawa Timur kita akan ke Jawa Tengah. Kita pelajari kan nanti pasti ada plus minusnya, kalau ada kekurangan baru kita lengkapi apakah fasilitas, waktu, nahkoda, dokter dan sebagainya. Setelah ini kita ke Jawa Tengah dulu ya, baru nanti kita lihat berapa pulau yang lain,” ujar Budi Karya.

Dikatakan, pihaknya sangat senang dengan kolaborasi yang dilakukan ini karena menurutnya tidak mudah berkolaborasi dan berkoordinasi menjadikan sesuatu produk yang sangat berguna bagi masyarakat.

“Jadi ada fungsi-fungsi lain yang bermanfaat. Yang tadinya dokter itu adanya di kota Surabaya, kini sampai pulau-pulau terpencil dan menjadi keseharian mereka. Apabila ini menjadi keseharian mereka ada suatu konsen mereka tentang pendidikan. Dan bersamaan dengan itu juga kita menitipkan bagaimana fungsi-fungsi konektivitas ini bisa disampaikan kepada masyarakat jadi memang kolaborasi antar profesi ini bisa berjalan dengan baik,” ucapnya.

Menhub juga menyebutkan bahwa kapal RS terapung ini adalah hadiah bagi Madura dan Jatim dalam rangka Kemerdekaan Indonesia.

“Jadi kita hayati kemerdekaan kita, tidak saja Indonesia merdeka tapi kewajiban kita untuk melayani itu sampai dipelosok ujung, ditempat yang tidak mungkin dijangkau kita akan jangkau semuanya,” pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama Menteri Kesehatan Nilla F. Moeloek mengatakan bahwa kerja sama ini adalah kerjasama yang efektif dan efisien.

Menkes melihat hsl ini cukup efisien, dimana pihak Kemenhub punya kapal sedangkan Kemenkes punya puskesmas atau posyandu di kepulauan. Tetapi bila ada tindakan yang mesti dilakukan, masyarakat di sana memiliki keterbatasan.

“Uji coba ini sangat luar biasa, mudah-mudahan kedepan akan lebih bagus lagi,” ujar Menkes.

Sementara itu Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa berharap dengan adanya RS Terapung ini masyarakat yang terlayani kesehatan lebih merata dan berkualitas.

“Harapannya kita bisa memberikan layanan kesehatan lebih baik berkualitas dan merata. Kapal ini bisa merapat untuk memberikan tindakan-tindakan tertentu ketika harus melakukan operasi. Kami akan maksimalkan fungsinya,” tandas Gubernur Khofifah.

Kepala Galangan Kapal PT Pelni Surya Surabaya Indria Prijatna, menyatakan bahwa kedua kapal itu direnovasi dan perawatannya dilakukan di galangan kapal PT Pelni.

“Sebelum diserahkan untuk diresmikan sebagai kapal rumah sakit terapung, kedua kapal Rede tersebut direnovasi dan perawatannya dikakukan di galangan Pelni sementara operatornya oleh PT Pelni (Pesero),” ungkapnya.

Dari berbagai sumber yang berhasil di himpun Fakta Pers sejak tahun 2009 Galangan Surya telah berubah menjadi Strategic Business Unit (SBU) dari sebelumnya untuk perawatan dan reparasi armada milik Pelni. Saat ini telah melakukan perbaikan dan perawatan terhadap kapal kapal selain milik Pelni. Han

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments