oleh

Ponpes SAS Kubar Rutin Gelar Bhakti Sosial, Selain Bagi Santri Terbuka Untuk Umum

Kutai Barat, faktapers.id – Pondok Pesantren SAS di Kelurahan Simpang Raya, Kecamatan Barong Tongkok, Sendawar, Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Kalimantan Timur, rutin menggelar Bhakti Sosial.

Ponpes yang dinaungi Yayasan Salat, Al-Quran dan Sedekah (SAS) diasuh oleh Ustadz Pono Abdul Kholik. Pada Minggu (4/8/19) ponpes itu melaksanakan pengobatan gratis berupa Gurah Massal di Masjid Al-Tapaaq SAS.

“Bhakti sosial pengobatan massal ini rutin dilakukan Ponpes SAS. Baik untuk para santri, juga terbuka bagi masyarakat umum,” beber pria berusia setengah baya yang pernah mengajar di Universitas Islam Malang (UIM) ini kepada Harian Fakta Pers dan faktapers.id.

Ustadz Pono menjelaskan, semua kegiatan yang dilaksanakan Ponpes SAS baik untuk para santrinya maupun terbuka bagi masyarakat umum, adalah gratis, hanya mengharapkan ridha Allah SWT.

“Santri Ponpes SAS berjumlah sekitar 100 orang. Dalam kegiatan gurah massal sangat diminati masyarakat umum yang datang ratusan orang. Semoga dilain waktu bisa kita laksanakan lagi acara pengobatan massal ini, termasuk rukyah,” ungkapnya

Ponpes SAS yang mengadopsi gaya pendidikan moderen, yakni berbanding pelajaran agama Islam dengan pelajaran umum,

ternyata tidak memungut sepeser biaya apapun dari santri yang mondok dan sekolah di ponpes, alias gratis. Bahkan sejak 2017 silam, telah dibuka Sekolah Menengah Pertama (SMP) SAS di ponpes itu.

“Pada 2020 insyaallah kami berencana membuka SMA SAS. Semuanya gratis bagi santri kami. Selanjutnya pada 5 tahun kedepan, direncanakan akan dibangun Universitas SAS di ponpes ini, bekerjasama dengan UIM,” bebernya.

Disinggung sejauh mana ‘Swadaya’ dalam pembiayaan menyeluruh Ponpes SAS selama ini?. Ustadz Pono mengatakan pihaknya tidak ada keterikatan dalam pendanaan dengan pihak manapun.

“Kalau swadaya berarti terstruktur (rutin) ada pembiayaan donatur. Ini tidak ada. Siapapun yang ingin bersedekah untuk Ponpes SAS kami terima. Alhamdulillah sampai saat ini ponpes SAS bisa berjalan dengan lancar dalam mendukung pendidikan santrinya dari berbagai penjuru Kubar,” ungkapnya.

Ustadz Pono Abdul Kholik menambahkan, dia memiliki mindset (pola fikir), bersama seluruh stakeholder di Kubar menjadikan Kabupaten Kubar kedepan sebagai Kabupaten Beradat, Kota Industri, dan diutamakan Kubar menjadi Kota Pendidikan.

“Di Ponpes SAS selama ini telah menerapkan sekolah berbasis IT (Teknologi Informasi). Setiap hari santri wajib menggunakan online (laptop dan internet) dalam ruang belajar,” sambungnya.

“Karena pada era modern ini, selain pelajaran agama, santri perlu diimbangi dengn pelajaran umum yang bersifat IT,” pungkasnya. Iyd

Komentar

News Feed