Minggu, April 11, 2021
BerandaPresiden Ultimatum Pangdam dan Kapolda Jika Tak Mampu Mengatasi Karhutla
Array

Presiden Ultimatum Pangdam dan Kapolda Jika Tak Mampu Mengatasi Karhutla

Jakarta, Faktapers.id – Presiden Joko Widodo – Siapa bilang Presiden Jokowi tidak tegas. Beginilah jika dalam 2 hari ini, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjukkan ketegasannya kepada para aparat dan pegawai yang tak mampu menunjukkan kinerjanya dengan baik.

Setelah pada Senin (5/8/2019) Jokowi memarahi para direksi PLN akibat mati lampu massal di DKI, Jawa Barat dan Banten.

Pada hari Selasanya (6/9/2019), Jokowi bahkan mengancam akan mencopot aparat di daerah yang tak mampu mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Penegasan tersebut disampaikan Jokowi saat memberikan pengarahan kepada peserta rapat koordinasi nasional pengendalian Karhutla tahun 2019 di Istana Negara, Jakarta, Selasa (6/8/2019).

“Aturan main kita tetap masih sama, saya ingatkan kepada Pangdam, Danrem, Kapolda, Kapolres, aturan yang saya sampaikan 2015 masih berlaku (copot jabatan tak bisa atasi karhutla),” tandas Jokowi.

“Saya kemarin sudah telepon Panglima TNI, saya minta copot yang tidak bisa mengatasi. Saya telepon lagi tiga atau empat hari yang lalu ke Kapolri, copot kalau enggak bisa mengatasi kebekaran hutan dan lahan,” ungkap Presiden Jokowi.

Jokowi menyampaikan karhutla pada 2015 dan tahun sebelum-sebelumnya hampir terjadi di semua provinsi yang kerugiannya mencapai Rp 221 triliun atas lahan terbakar seluas 2,6 juta hektare.

Berdasarkan data yang diterima, kata Jokowi, jika dibandingkan dengan tahun ini dengan 2015 kejadian karhutla menurun 81 persen. Tetapi, dibanding 2018 dengan saat ini mengalami kenaikan dan ke depan tidak boleh terjadi kenaikan lagi.

“Saya minta gubernur, pangdam, kapolda kerja berkolaborasi, bekerja sama dibantu dengan pemerintah pusat, panglima TNI, kapolti, BNPB, BRG. Usahakan jangan sampai kejadian baru bergerak,” pesannya.

Menurut Presiden menghilangkan karhutla memang sulit, tetapi harus ditekan setiap tahunnya dengan melakukan pencegahan dan jangan menunggu api membesar baru dipadamkan.

“Api sekecil apapun segera padamkan, kalau sudah gede apalagi di hutan gambut sangat sulit sekali padamnya. Jangan sampai ada yang namanya status siaga darurat, jangan sampai,” pungkas Jokowi. Uaa

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments