oleh

Tak Hanya Dipasangi Policeline, Sky Garden juga Dijaga Aparat

Bali, faktapers.id – Tempat hiburan malam Sky Garden di Jalan Legian, Kuta, Badung resmi ditutup Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Badung, Jumat (18/8/2019) sore.

Pada halaman depan Sky Garden pun langsung diberi police line oleh Polresta Denpasar. Selain Police line, nongkrong juga mobil taktis lengkap dengan petugas yang disiagakan.

Penutupan itu disebut-sebut terkait masalah izin, juga terjerat kasus pidana seperti pelecehan, pemilik saling lapor dan penipuan. Tak itu saja, tunggakan pajak dengan nilai miliaran belum juga dibayarkan oleh pihak manajemen Sky Garden kepada Pemkab Badung.

Kasatpol PP Badung, IGA Ketut Suryanegara mengatakan penutupan yang dilakukan itu lantaran pihak manajemen Sky Garden tidak menjalankan proses perijinan sebagaimana mestinya.

Bahkan sebelumnya Satpol PP Badung sudah pernah melayangkan surat teguran kepada pihak manajemen Sky Garden. Sayangnya, teguran tidak didirespon oleh pihak pengelola, hingga akhirnya berujung dengan menutup setengah operasionalnya.

“Iya hari ini kita tutup hiburan malam Sky Garden. Dengan penutupan ini kita memasangi stiker dan Police line sementara dan di berlakukan pembekuan operasional sementara,” jelas Suryanegara pada awak media.

Pembekuan ijin tertulis bernomor : 640/2080/Gakda dan Perkada/Sat. Pol PP tertanggal 16 Agustus 2019 itu adalah pembekuan semua operasional Sky Garden sehingga Sky Garden tidak boleh beroperasi lagi.

IGA Ketut Suryanegara juga menjelaskan, jika Pemkab Badung sudah memberikan kebijakan kepada pihak pengelola atau manajemen Sky Garden.
“Teguran sebelumnya sudah kita berikan. Namun hingga batas waktu habis pihak Sky Garden tidak perpanjang ijin operasionalnya. Hingga sampai saat ini mereka belum memperpanjangnya,” terang pria ramah ini.

Menurutnya sesuai dengan Perda Kabupaten Badung nomor 2 tahun 2012 tentang Kepariwisataan, pihak Sky Garden dikenakan sanksi administratif.

Yaitu tidak mematuhi peraturan dan teguran yang diberikan, pihak Satpol PP pun terpaksa memberikan sanksi sesuai Pasal 39 ayat 4, yakni sanksi pembatasan kegiatan usaha pariwisata dikenakan kepada pengusaha pariwisata yang tidak mematuhi teguran sebagaimana dimaksud ayat (3).

Tempat hiburan yang selalu mendatangkan DJ top dunia ini, pantauan awak media Sabtu ( 18/8/2019 ) Pagi, masih di jaga oleh anggota Primob lengkap dengan mobil taktis. Ans

Komentar

News Feed