oleh

Disbudpar Maros Lakukan Berbagai Cara untuk Menarik Minat Masyarakat

Maros, faktapers.id – Pihak Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata (Disbudpar) Maros melakukan berbagai cara untuk menarik minat masyarakat untuk mengunjungi museum daerah.

Salah satunya dengan menggelar Seminar Pemanfaatan Museum di DClove Cafe, Kamis (12/09) yang dihadiri puluhan guru yang ada di Kabupaten Maros.

Seminar tersebut dibuka Wakil Bupati Maros, H.A Harmil Mattotorang dan diisi narasumber dari berbagai penggiat budaya, peneliti dan akademisi seperti, Asmunandar (UNM), Supriadi dan Iwan Sumantri (Unhas).

Wakil Bupati Maros, dalam pembukaan acara menyampaikan Masyarakat utamanya generasi muda bisa merasakan manfaat keberadaan Museum Daerah tersebut sebagai suatu kebutuhan Pendidikan, Sejarah dan Budaya.

Ia mengaku seminar ini sebagai salah satu langkah yang tepat dalam menarik antusias berbagai pihak untuk meramaikan Museum Daerah.

Sementara Kepala Seksi Cagar Budaya dan Museum Daerah, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Maros, Burhan Jaya. S.Sos menjelaskan kegiatan ini merupakan salah satu program yang anggarannya bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) yang diberikan Kementrian Kebudayaan Republik Indonesia.

Menurutnya, hal ini untuk menggeliatkan Kebudayaan yang ada di pelosok Tanah Air seperti yang tersirat dalam Undang-Undang No 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan yang besarannya tergantung dari type Museum yang dimiliki Daerah.

Untuk Kabupaten Maros, Burhan Jaya menjelaskan Museum Daerah Maros menjadi salah satu dari 111 Museum penerima Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik Biaya Operasional Penyelenggaraan Museum sekitar Rp. 450juta.

Selain seminar, pihak pengelola juga telah menyiapkan berbagai program seperti program Belajar Bersama di Museum (BBM), Museum Masuk Sekolah, Pemilihan Duta Museum, Lomba Foto dan masih banyak program lainnya. Anchank

Komentar

News Feed