oleh

Diduga Kasatpel Pendidikan Kebon Jeruk Gagal Jalankan Fungsi, Tawuran Siswa Terus Marak

Jakarta, faktapers.id – Diduga Dinas Pendidikan gagal dalam fungsinya, terutama Kasatpel Pendidikan Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, karena tidak maksimal dalam menjalankan tugasnya.

Kasatpel adalah kepala satuan pelaksana Dinas Pendidikan Kecamatan Kebon Jeruk akan berimbas pada sekolah binaannya dalam monitoring proses kegiatan yang cenderung sesuka hati. Sehingga tentunya akan tak terdidik dengan baik dalam disiplin, kecerdasan, bahkan perilakunya. Karena Kasatpel tupoksinya pembinaan, dan monitroing.

Sehingga salah satu efek hasilnya, perilaku melakukan tawuran dianggap biasa oleh siswa. Karena pihak sekolah pun sepertinya tak mampu atau tak berniat berbuat memperbaikinya. Pasalnya Dinas Pendidikan juga tidak memberikan sanksi tegas pada sekolah yang siswanya melakukan tawuran, apalagi yang sudah sering.

Salah satunya seperti yang diduga dilakukan siswa SMK Bonjer, Jakarta Barat yang  akan melakukan tawuran lagi, rencana siswa tersebut berhasil terdeteksi dan digagalkan pihak Polsek Kembangan, dalam hal ini Babin Kamtibmas Aiptu Agus, pada Selasa sore (3/8/2019) sekiitar pukul. 15:30. WIB di wilayah Hutan Kota Srengseng, Kecamatan Kembangan Jakarta Barat.

Aiptu Agus dibantu masyarakat dengan sigap berhasil mengantisipasinya, dan meringkus sekitar 26 siswa  beserta barang bukti beberapa senjata tajam dan alat tawuran.

Kejadian ini menunjukan tidak berperannya Dinas Pendidikan Kebun Jeruk. Dan bisa jadi preseden buruk bagi dunia pendidikan, karena tak terlihat fungsinya, seperti yang diucapkan pedagang sekitar kepada faktapers.id saat berlangsungnya penangkapan siswa -siswa tersebut.

“Siswa SMK  sudah seringkali melakukan tawuran. Udah kerjaan mereka buat resah masyarakat,” ungkap warga sekitar yang sudah gerah dengan ulah mereka kepada. Ini menjadi preseden buruk bagi dunia pendidikan,” tandasnya.

Padahal secara umum, fungsi pendidikan adalah untuk mengembangkan kemampuan, membentuk watak, kepribadian, agar peserta didik menjadi pribadi yang bermartabat.

Ini juga bisa jadi preseden buruk dan tantangan bagi Dinas Pendidikan Wilayah II Jakarta Barat, khususnya Kasatlak Pendidikan Kecamatan Kebon Jeruk. uaa

Komentar

News Feed