oleh

Handphone Rakitan di Pinang Digrebek

Tangerang, faktapers.id – Polisi menangkap 4 orang tersangka dan menyita sejumlah barang bukti dalam penggerebekan industri rumahan atau home industri handphone rakitan atau rekondisi di Kecamatan Pinang, Kota Tangerang.

4 orang yang ditangkap adalah warga negara Cina A,A,D dan S yang diduga terlibat dalam bisnis ilegal ini.

“Juga ada 7 barang bukti yang diamankan,” ujar Kapolrestro Tangerang Kota, Kombes Pol Abdul Karim saat menggelar jumpa pers di Mapolrestro Tangerang Kota, Jumat, (6/9/2019).

Kepolisian Polres Metro Tangerang Kota menjerat 4 warga negara Cina yang ditangkap dalam penggerebekan industri rumahan atau home industri Handphone rakitan di Kecamatan Pinang dengan pasal berlapis.

Keempat tersangka berinisial A,A,D dan S, menurut Kapolres Metro Tangerang Kota Komisaris Besar Abdul Karim dijerat dengan pasal 62 jo pasal 8 ayat 2 Undang – Undang RI No 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen.

“Serta pasal 104 jo pasal 6 Ayat 1 Undang – Undang RI No 7 tahun 2014 tentang perdagangan atau pasal 47 jo pasal 11 ayat 1 Undang – Undang RI No 36 tahun 1999 tentang Telekomunikasi,” ujar Kapolres Jum’at 6/9/2019.

Abdul Karim mengatakan pelaku melakukan perakitan telepon seluler berbagai merk terkenal seperti Xiomi, Oppo, I Phone, Samsung,Motorolla .

“Dengan berbagai tipe HP yang sudah rusak kemudian di rekondisi menjadi baru, kemudian dijual atau di perdagangkan seolah olah adalah Hp baru,” ujarnya.

Abdul menjelaskan para pelaku pun memperdagangkan HP tersebut dengan berjualan online seluruh Indonesia dan Toko HP yang berada di Tangerang

Ketujuh barang bukti tersebut diantaranya ribuan HP berbagai merk atau tipe HP, Invoice pemesanan dan pengiriman barang, satu unit komputer, alat perakitan HP, buku tabungan dengan beberapa nomer rekening, buku mutasa keluar masuk barang.

“Dan beberapa alat bukti terkait,” terangnya.

Abdul mengatakan peristiwa pengungakapan dugaan tindak pidana perakitan HP ilegal atau home industri di Ruko De Mansion Blok B.16 dan B.9 Kecamatan Pinang, Kota Tangerang Kamis (5/9/2019). Linda

Komentar

News Feed