oleh

Jenazah Pengguna BPJS Tak Dapat Fasilitas Ambulance Rumah Sakit

Melawi, faktapers.id – Sugianto Adi, seorang aktivis Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) Kabupaten Melawi, mengatakan mengenai tindakan kebijakan Rumah Sakit KBJ kepada seorang ibu Rahma, janda tua beranak empat, mengalami sakit beberapa bulan terakhir ini dengan kondisi hidup penuh kesulitan. Karena pengobatan memakan cukup banyak biaya, wanita yang berdomisili di Desa Nusa Pandau Kecamatan Nanga Pinoh itu berniat mendapatkan pelayanan kesehatan dengan mengandalkan kartu BPJS.

“Ibu Rahma dan kedua anaknya yang masih dalam satu kartu KK. Sudah terdaftar sebagai peserta BPJS-KIS, bergegas untuk membawa ibunya ke rumah sakit, guna mendapatkan pengobatan,” jelasnya.

Rabu (28/8/2019), ibu Rahma di bawa ke Klinik Kasih Bunda Jaya (KBJ) Nanga Pinoh dengan fasilitas kartu BPJS kelas 3, dan dirawat di ruang rawat inap kamar Kasih 3 dan ditemani ketiga anaknya dan seorang cucu. Di hari berikutnya, dari pihak klinik KBJ menyarankan rujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sintang.

Namun, menurut anaknya, Ibunya semakin kritis dan tidak mungkin di bawa pergi lebih jauh, dan anaknya memohon agar ibunya tetap dirawat di Klinik KBJ. Mendengar pendapat tersebut pihak Klinik memgatakan kalau jatah berobatnya menggunakan BPJS sudah habis, maka kalau tidak dirujuk dikenakan biaya umum. Karena keluarga tersebut masih awam soal BPJS, maka pihak keluarga memilih ibunya di bawa pulang ke Nusa Pandau, walau melihat kondisi ibunya semakin memburuk mengingat untuk berobat tanpa BPJS tidak ada biaya lagi.

Jumat (30/8/2019), dengan pertimbangan ibu Rahma diantar ambulance RS KBJ ke rumah salah satu anaknya di perumahan BTN Selama Indah (belakang RSUD) Melawi.

Katanya, besok hari Sabtu akan di antar ke rumahnya di Desa Nusa Pandau menggunakan Ambulance KBJ. Namun ternyata Allah berkehendak lain, Sabtu dini hari, 31 Agustus, Ibu Rahma meninggal dunia.

Setelah agak tenang anaknya, seusai menyaksikan kematian ibunya, bergegas menghubungi pihak RS KBJ, yang katanya akan antar ibunya ke kediamannya dan menyampaikan bahwa ibunya telah meninggal dunia. Namun pihak keluarga mendapat kekecewaan karena Ambulance KBJ tidak bisa antar jenazah ibunya ke Nusa Pandau.

Salah satu anaknya menghubungkan lewat Hp untuk mencarikan ambulance dari rumah sakit lain di Nanga Pinoh untuk bawa jenazah sang ibu. Namun jawaban yang didapat ambulance yang lain sedang di pakai oleh pasien lain. Bahkan katanya, ambulance RSUD Melawi pun juga tidak bisa.

Sugianto Adi, seorang aktivis Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) Kabupaten Melawi, tidak tega melihat kondisi tersebut setelah mendengar pejelasan dari salah satu anaknya.

“Sebuah ketidakadilan yang didapatkan keluarga ibu Rahma ini,” ujarnya sembari menghubungi Kasat Lantas Polres Melawi, AKP Aang Permana untuk mohon bantuan membawa jenazah ibu Rahma menggunakan Ambulance Polres Melawi.

Sugianto Adi sangat mengapresiasi kesiapan Sat Lantas Polres Melawi khususnya Polres Melawi umumnya.

“Begitu saya minta bantuan dengan sedikit masalah dengan terlantarnya jenazah tersebut, beliau langsung perintahkan salah satu anak buahnya untuk siapkan Ambulance Polres Melawi untuk membawa jenazah ke rumah duka ke Nusa Pandau,” ujarnya.

“Saya tidak menyalahkan siapa yang bersalah, biar masyarakatlah yang menilainya. Saya hanya berharap ini adalah yang pertama dan yang terakhir, saya berharap kepada masyarakat yang lain jika mengalami kejadian yang sama untuk tidak takut berkoordinasi kepada orang yang lebih paham dan menyampaikan kepada instansi yang berwenang,” ujarnya. abd/skn

Komentar

News Feed